Rektor UIN Banten Prof Ishom (pertama dari kanan) saat menghadiri peluncuran tahapan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Jakarta, Senin (22/12/2025). (Foto: Kemenag)
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar secara resmi meluncurkan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/12/2025). Peluncuran ini menandai dimulainya rangkaian seleksi masuk PTKIN di seluruh Indonesia untuk tahun akademik mendatang.
Acara peluncuran PMB PTKIN tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Agama. Turut hadir pejabat eselon I dan II Kemenag, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, serta para rektor PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia.
Rektor UIN Banten Prof Muhammad Ishom yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan kesiapan kampusnya untuk menerima calon mahasiswa dari seluruh penjuru Tanah Air. Menurut dia, UIN Banten saat ini memiliki 40 program studi, dengan 50 persen di antaranya telah meraih akreditasi Unggul.
“Hal ini merupakan bentuk komitmen UIN Banten dalam menghadirkan pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berkualitas dan berdaya saing nasional,” ujar dia.
Sementara itu, Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar menegaskan peran strategis PTKIN sebagai pusat keunggulan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.
Ia menilai PTKIN memiliki kekhasan tersendiri, terutama dalam mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum.
Selain itu, Prof Nasaruddin juga menekankan pentingnya penguatan geo-intelektual di setiap PTKIN. Menurut dia, masing-masing PTKIN memiliki konteks lokal dan potensi wilayah yang dapat dikembangkan menjadi ciri pembeda sekaligus kekuatan institusional.
“Dengan mengoptimalkan potensi lokal, PTKIN diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di daerahnya masing-masing,” kata Nasaruddin.
Prof Nasar juga menyoroti sejumlah program studi di PTKIN yang masih minim peminat. Karena itu, Nasaruddin mendorong seluruh PTKIN untuk melakukan inovasi, pembaruan kurikulum, serta pengemasan program studi secara kreatif agar lebih diminati masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Amin Suyitno mengatakan, akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi keagamaan Islam masih perlu terus diperluas.
Hingga saat ini, kata dia, PTKIN baru menjangkau sekitar 31 persen masyarakat Indonesia.
“Artinya, masih ada sekitar 69 persen masyarakat yang belum tersentuh layanan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi PTKIN,” ujar Amin.
Ia mengungkapkan PTKIN juga mencatatkan capaian membanggakan di tingkat nasional. Saat ini, terdapat 784 program studi PTKIN di seluruh Indonesia yang telah terakreditasi Unggul.
“Capaian ini menunjukkan bahwa PTKIN memiliki kualitas yang setara dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi lainnya, baik negeri maupun swasta,” kata Prof Amin.