Ilustrasi - BMKG mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem. Sebanyak 19 wilayah diguyur hujan sangat lebat hingga 12 November 2025. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa 19 wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sangat lebat hingga 12 November 2025.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani dalam siaran pers BMKG yang dilansir Erakini dari laman resminya, Senin (10/11/2025).
Pihaknya memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem yang signifikan di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–16 November 2025.
Berdasarkan analisis BMKG, kata dia, hujan sedang hingga lebat pada 10–12 November 2025 berpotensi terjadi di sebagian besar Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali dan Nusa Tenggara.
Berikut ini wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga pada 10–12 November 2025!
1. Aceh,
2. Bengkulu,
3. Banten,
4. Jawa Barat,
5. Jawa Tengah,
6. Jawa Timur,
7. Kalimantan Barat,
8. Sulawesi Barat,
9. Maluku Utara,
10. Papua Barat,
11. Papua Tengah,
12. Papua Pegunungan,
13. Papua,
14. Papua Selatan,
15. Sumatera Barat,
16. Nusa Tenggara Barat,
17. Kalimantan Timur,
18. Sulawesi Selatan,
19. Nusa Tenggara Timur.
“Untuk potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Banten, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat,” jelas Andri.
Atas hal itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seiring dengan peningkatan potensi curah hujan tinggi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.
Sementara itu, menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, peningkatan intensitas hujan dipicu oleh aktifnya berbagai faktor dinamika atmosfer berskala global, regional, hingga lokal. Gabungan dinamika atmosfer tersebut diprediksi meningkatkan potensi cuaca ekstrem dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
“Beberapa faktor utama yang berperan pada dinamika cuaca periode ini antara lain Siklon Tropis FUNG-WONG, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuator yang diprediksi masih aktif di wilayah Indonesia hingga pertengahan November 2025,” kata Guswanto.
Menurutnya, Siklon Tropis FUNG-WONG, yang saat ini berada di Laut Filipina timur dan bergerak ke arah barat laut menuju Luzon, memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan pertumbuhan awan hujan dan kecepatan angin (>25 knot) di wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua bagian utara.
Sementara itu, kombinasi aktivitas MJO fase 5 (Maritime Continent) dengan gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin turut meningkatkan pembentukan awan konvektif di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur selama sepekan ke depan.
Berdasarkan analisis ini, Guswanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mewaspadai perubahan cuaca mendadak seperti hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang; menghindari beraktivitas di ruang terbuka saat hujan petir; serta menjauhi pohon besar dan bangunan rapuh.
Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan saluran drainase berfungsi baik untuk mengurangi risiko genangan dan banjir. Peningkatan curah hujan diprakirakan berdampak bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, sehingga diperlukan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di Samudra Hindia barat Sumatra–selatan Jawa, Laut Banda, Laut Flores, dan Laut Arafura.