Menteri PUPR Beberkan Penyebab Pembangunan IKN Terhambat hingga Jokowi Batal Ngantor
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkap penyebab pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terhambat hingga Presiden Jokowi batal berkantor di sana.
Menurut Basuki, curah hujan yang tinggi menjadi salah satu penyebab melambatnya pembangunan fasilitas dasar IKN. Ia melaporkan, bulan Juni lalu, dari total 30 hari, hanya 8 hari saja hujan tidak turun.
Basuki menegaskan, pembangunan IKN membutuhkan cuaca panas untuk menyelesaikan beberapa bangunan, misalnya saja pengaspalan. .
"Masalahnya di sana hanya satu yaitu hujan. Dengan kemarin dari 30 hari hanya 8 hari yang terang, selebihnya hujan, sekarang mengaspal pun pakai tenda, supaya nggak kena hujan," ucap Basuki di Halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024) kemarin.
Tak hanya itu, kata Basuki, hujan juga menimbulkan kemacetan di kota Nusantara dan sekitarnya, karena akses jalan ke IKN masih banyak yang berupa tanah dan lumpur. Basuki bilang pekerjaan pembangunan sendiri difokuskan di malam hari agar tak mengganggu lalu lintas, namun ternyata pada akhirnya kemacetan tak terhindarkan.
Di lain sisi, pemerintah sendiri menyatakan sarana dan prasarana di Ibu Kota Nusantara (IKN) siap pada bulan ini. Artinya, IKN siap menyambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya berencana ngantor di sana pada bulan Juli ini.














