MADINAH, (ERAKINI) - Arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional Pangeran Muhammad Abdulaziz, Madinah, terus meningkat. Hingga Sabtu (25/4/2026) pagi waktu Arab Saudi, tercatat sebanyak 52 kelompok terbang (kloter) dengan total 20.330 jemaah telah tiba, termasuk 3.972 jemaah lanjut usia (lansia).
Kedatangan jemaah berlangsung relatif lancar meski diwarnai sejumlah kejadian darurat kesehatan. Pada Jumat malam, seorang jemaah dilaporkan sakit setibanya di bandara dan langsung mendapat penanganan cepat dari tim kesehatan haji Indonesia.
Tim kesehatan haji terus memastikan keselamatan jemaah melalui berbagai langkah yang telah dilakukan. Misalnya mengidentifikasi penyakit yang diderita jemaah. Setelah sadar, barulah dilakukan penanganan medis sebagaimana standar opersional yang telah ditetapkan.
Tak hanya tim kesehatan haji Indonesia, Kemenhaj juga menangani satu jemaah lainnya yang dilaporkan tidak sadarkan diri saat tiba di Madinah pada Sabtu pagi ini, bersama tim kesehatan Arab Saudi.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Abdul Basir, memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di bandara.
“Kalau yang di Madinah nanti bisa dikonfirmasi ke tim KKHI Madinah, jumlah yang sakit dan meninggal dunia,” jelasnya.
Selain itu, Abdul Basir juga mengingatkan pentingnya kesiapan ibadah bagi jemaah setibanya di Madinah. Ia menyoroti adanya satu rombongan yang belum melaksanakan salat fardhu saat tiba, padahal waktu salat hampir habis.
“Harapannya jemaah yang turun dari pesawat sudah menyelesaikan salat fardhunya,” ujarnya.
Dari sisi operasional, pihaknya menekankan pentingnya pengaturan rombongan sejak di bandara. Pembagian jemaah dalam kelompok dinilai krusial untuk menjaga ketertiban serta mempercepat proses mobilisasi menuju bus yang akan membawa jemaah ke hotel masing-masing di Madinah.
Dengan jumlah jemaah yang terus bertambah setiap hari, koordinasi antara petugas bandara, tim kesehatan, dan penyelenggara haji menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran dan keselamatan seluruh jemaah selama proses kedatangan di Tanah Suci.