Profesor Ishom, Ilmuwan Produktif di Balik Kenaikan Peringkat UIN Banten
Abdul Rahman Ahdori
SERANG, (ERAKINI) - Profesor Muhammad Ishom sudah lama dikenal sebagai penulis produktif. Di antara dosen-dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, dirinya paling banyak menulis artikel yang sudah dipublikasikan di jurnal Scopus. Ada 8 article Scopus dan karya-karya lain yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun penerbit nasional lainnya.
Menanggapi dugaan plagiarisme yang dilayangkan terhadap dirinya, Prof Ishom berpendapat bahwa praduga itu hal biasa karena Abu Hurairah ra juga pernah diduga sebagai sahabat yang tidak dhabit dan tidak tsiqah (tidak dapat dipercaya).
Akan tetapi menurutnya, semuanya akan terbantahkan dengan karya yang dihasilkan dan tersebar luas di dalam masyarakat. Menurut nya dalam Google Scholar karyanya telah disitasi lebih dari 1.300. Sitasi Sinta lebih dari 500. Angka ini sangat tinggi dan sangat mendukung upaya peningkatan rangking UIN Banten, semisal dalam peringatan kampus secara nasional maupun internasional.
ia menjelaskan pernah meneliti naskah undang-undang Banten yang pernah diberlakukan di jaman Kesultanan Banten. Sumbernya adalah fotocopy manuskrip yang dikoleksi lembaga Bantenologi. Penelitian dikerjakan dengan biaya hibah penelitian LPM UIN Banten tahun 2017. Kemudian pada tahun 2022 diolah kembali menjadi artikel yang di submit di jurnal Futura UIN Ar-Raniry. Setelah diriview dan diterima untuk diterbitkan ada pihak yang keberatan karena naskah Undang-Undang Banten sudah pernah diteliti dan dipublikasikan. Walaupun sebetulnya menurut Prof Ishom metode maupun temuan penelitian adalah berbeda. Dirinya meneliti materi hukum di dalam naskah sementara yang keberatan meneliti aspek filologi naskah Undang-Undang Banten.
Menurut Profesor Ishom, permasalahan artikel berjudul “Kontinuitas dan Perubahan Sanksi Pidana Islam dalam Naskah Undang-Undang Banten”, sudah diselesaikan secara mediasi oleh pengelola Jurnal Futura UIN Ar-Raniry, dengan kesepakatan tidak dipublikasikan. Sebagai ganti, pihak pengelola Jurnal menyiapkan ganti untuk publikasi artikel lainnya jika memiliki artikel baru.

















