Khofifah Indar Parawansa kembali memimpin Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) setelah terpilih mejadi Ketua Umum Dewan Pembina Periode 2025-2030. Foto: Dok YouTube TVNU
SURABAYA, (ERAKINI) - Khofifah Indar Parawansa kembali memimpin Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) setelah terpilih mejadi Ketua Umum Dewan Pembina Periode 2025-2030. Keputusan ini diambil dalam Kongres Muslimat NU XVIII/2025 yang diselenggarakan di Surabaya hingga Sabtu (15/2/2025) dini hari.
"Tim 9 secara mufakat telah memilih Ibu Khofifah Indar Parawansa," kata Ketua Pelaksana Kongres Muslimat NU XVIII/2025, yang juga memimpin sidang pemilihan Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU.
Dalam forum pemilihan tersebut, peserta kongres menyepakati bahwa Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU periode 2025-2030 akan dipilih oleh Tim 9, yang mewakili berbagai zona se-Indonesia.
Tim 9 ini terdiri dari Ketua Pimpinan Wilayah dari beberapa provinsi, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatra Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Barat.
Setelah melalui pembahasan yang singkat, Tim 9 secara mufakat menunjuk Khofifah sebagai Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU untuk periode mendatang.
Usai terpilih, Khofifah menawarkan tiga nama calon untuk mendampinginya sebagai Ketua PP Muslimat NU, yakni Arifah Choiri Fauzi, Siti Aniroh Slamet Effendy, dan Ulfah Mashfufah.
Peserta kongres kemudian memilih Arifah Choiri Fauzi, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk menduduki posisi tersebut.
Khofifah kemudian bersama utusan dari PBNU dan Tim 7 yang terdiri dari perwakilan pimpinan wilayah Muslimat NU, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara, akan menyusun kepengurusan baru untuk periode 2025-2030.
Khofifah mengatakan bahwa jabatan Ketua Umum Dewan Pembina dan Ketua PP Muslimat NU merupakan struktur baru yang hasilnya telah disepakati berdasarkan koordinasi beberapa hari sebelumnya dalam kongres yang didampingi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Khofifah, yang juga merupakan Gubernur Jawa Timur Terpilih pada Pilkada 2024, menyampaikan bahwa PBNU telah mengutus dua orang untuk mendampingi selama proses Kongres Muslimat NU VIII/2025. “Akhirnya inilah struktur yang disepakati yang masuk dalam tata tertib pemilihan dan sudah selesai,” ujarnya.
Dengan terpilihnya Khofifah Indar Parawansa, Muslimat NU siap melanjutkan perannya dalam memberikan kontribusi kepada bangsa dan Negara Indonesia, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan anak-anak serta kesejahteraan sosial.