Gus Faiz Syukron Makmun, Berdakwah Hingga Pelosok Desa
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) – Menjadi pendakwah yang berdedikasi dalam mensyiarkan ajaran Islam, bukan perkara mudah. Pengorbanan meninggalkan keluarga demi menyebarkan ilmu agama ke pelosok-pelosok negeri sudah menjadi bagian dari keseharian seorang dai. Pengalaman itulah yang dijalani Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun, atau yang akrab disapa Gus Faiz.
Bagi para santri yang menimba ilmu di pondok pesantren, menjadi pendakwah adalah cita-cita mulia. Prinsip pesantren yang mengajarkan, “sampaikan walau satu ayat”, menjadi penyemangat utama. Namun, dakwah yang efektif tidak sekadar berbekal semangat. Bekal ilmu yang mumpuni dan pemahaman agama yang mendalam adalah syarat mutlak agar pesan Islam tersampaikan secara utuh dan benar.
Sosok Gus Faiz menjadi salah satu teladan. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pemahaman agama yang mendalam, ia mampu menyampaikan gagasan-gagasan syariat Islam dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Putra dari KH Syukron Makmun, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta, ini aktif berdakwah hingga ke pelosok desa di seluruh penjuru Indonesia.
Sejak Kecil Ditempa Sang Ayah
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (4/4/2025), Gus Faiz bukan nama baru di dunia dakwah maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia sudah aktif sebagai pengurus MUI Pusat sejak beberapa tahun lalu. Kapasitasnya sebagai ulama pun tak perlu diragukan, mengingat rekam jejak pendidikannya yang panjang.

















