Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Ruh Pendidikan Islam
Thomas Pulungan
MAKASSAR, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), sebagai wajah baru pendidikan Islam yang lebih humanis, inklusif, dan spiritual. Peluncuran KBC berlangsung di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/7/2025) malam.
Peluncuran Kurikulum Berbasis Cinta ini menandai dimulainya transformasi mendalam dalam ekosistem pendidikan nasional. Mengusung semangat "Mewujudkan Cinta dalam Ruh Pendidikan", KBC hadir sebagai respons konkret atas berbagai krisis kemanusiaan, intoleransi, dan degradasi ekologi yang kian mengkhawatirkan.
KBC tidak hanya dirancang sebagai perangkat teknis ajar, tetapi sebagai filosofi hidup yang menjadikan cinta sebagai poros utama dalam pembentukan karakter peserta didik.
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat pidato peluncuran menegaskan bahwa KBC lahir dari kegelisahan atas dominasi pendidikan yang hanya berorientasi pada aspek kognitif semata. Menurutnya, cinta adalah bahasa universal yang bisa menjembatani perbedaan dan menyatukan umat manusia dalam harmoni.
“Jangan sampai kita mengajarkan agama, tapi tanpa sadar menanamkan benih kebencian kepada yang berbeda. Kurikulum ini adalah upaya menghadirkan titik-titik kesadaran universal dan membangun peradaban dengan cinta sebagai fondasi,” ujar Menag dalam keterangannya, dikutip Jumat (25/7/2025).
Menag menambahkan bahwa spiritualitas harus kembali menjadi roh pendidikan, termasuk dalam konteks ekoteologi, yaitu kesadaran bahwa manusia bukan penguasa atas alam, melainkan bagian dari sistem kehidupan yang harus dijaga bersama.
“Teologi ini harus melahirkan logos yang berbuah menjadi habit. Jika itu terwujud, kita akan membentuk generasi yang kuat dalam moral, lembut dalam sikap, dan kokoh dalam kebersamaan,” tambahnya.


















