Apa yang Perlu Dilakukan saat Jemaah Haji Wukuf di Arafah? Simak di Sini!
Fajar WH
MAKKAH, (ERAKINI) - Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan tanggal 10 Dzulhijjah jatuh pada Ahad 16 Juni 2024. Jemaah haji Indonesia bersiap untuk melakukan puncak Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Homaidi, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah, yang juga konsultan ibadah haji PPIH Daker Makkah menjelaskan, rangkaian puncak haji dimulai sejak tanggal 8 Dzulhijjah 1425 H.
“Wukuf akan dimulai dengan ihram haji yang diawali dengan melakukan sunnah ihram,” katanya, Kamis (13/6/2024).
Sunnah ihram meliputi potong kuku, membersihkan rambut ketiak, kemudian mandi, pakai parfum di badan, dan selanjutnya menggunakan kain ihram.
Bagi laki-laki, menggunakan dua lembar kain ihram, satu lembar sebagai sarung sedangkan satu lembar lainnya sebagai selendang.
Adapun perempuan, tambah Homaidi, menggunakan pakaian biasa menutup aurat selain wajah dan dua telapak tangan ini.
Bagi perempuan yang tidak haid bisa melakukan salat sunnah ihram. Ihram haji dimulai dengan niat “labbaikallahumma hajjan”, kemudian berlaku larangan ihram.
Miqat haji, kata Homaidi, dimulai dari Makkah karena miqat haji bagi orang Indonesia yang sudah tinggal di Makkah adalah tanah haram.
Jemaah Indonesia kemudian akan diberangkatkan ke Arafah, sedangkan bagi yang menghendaki tarwiyah berarti menuju Mina terlebih dahulu.
















