Pertama dalam Sejarah, Khutbah Arafah Akan Diterjemahkan dalam 50 Bahasa
Abdul Rahman Ahdori
MAKKAH, (ERAKINI) - Khutbah Arafah pada penyelenggaraan ibadah haji 2024 bisa diikuti oleh seluruh umat Muslim di berbagai negara pada 9 Zulhijjah 1445 H atau 15 Juni 2024. Bagi yang tidak mengerti bahasa Arab, tidak usah khawatir sebab khutbah Arafah akan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.
Penerjemahan khutbah Arafah hingga 50 bahasa tersebut merupakan pertama kali dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji. Program ini merupakan inisiatif Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
"Inisiatif ini, yang dipelopori oleh Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, menandai proyek terbesar di dunia," tulis kantor berita Saudi, SPA, dikutip Jumat (14/6/2024).
Bagi jemaah yang berada di Makkah, bisa mengikuti khutbah melalui siaran radio di frekuensi FM 96.2 Mhz. Kemudian di aplikasi manaralharamain dan website https://manaratalharamain.gov.sa/arafa/arafa_sermon/ms. Ketika sudah login ke aplikasi tersebut, jemaah tinggal pilih bahasa Melayu/Indonesia.
Sementara salah satu penerjemah khutbah Arafah yaitu Ustadz Ahmad Musyaddad Harom, WNI yang bekerja sebagai penerjemah di Masjidil Haram. Ustaz Ahmad yang menerjemahkan secara langsung khutbah yang disampaikan Syeikh Maher Al Muaiqly dari Masjid Namirah, Arafah. Syeikh Maher merupakan imam besar Masjidil Haram.
Sementra itu, Ahmad mengatakan, materi khutbah yang akan disampaikan yaitu tentang nilai Islam yang universal, meliputi tauhid dalam jiwa, memelihara maslahat, manfaat, dan mencegah mudharat dalam kehidupan.















