Puspenma Kemenag terus menggencarkan sosialisasi program Riset Indonesia Bangkit atau dikenal dengan MoRA The Air Fund. Kali ini kegiatan menyasar UIN Syaikh Wasil Kediri. Foto: Ist
KEDIRI, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal terus menggencarkan sosialisasi program Riset Indonesia Bangkit atau dikenal dengan MoRA The Air Fund. Kali ini kegiatan tersebut menyasar .
MoRA The Air Fund merupakan program riset kolaboratif yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan melalui Dana Abadi Riset (DAR). LPDP menggandeng Kemenag untuk memanfaatkan anggaran tersebut dalam mendukung riset para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK).
Kepala PuspenmaKemenag Ruchman Basori berharap para dosen UIN, IAIN, STAIN, PTKIS, dan dosen Ma’had Aly dapat memanfaatkan anggaran MoRA The Air Fund. Terdapat empat fokus riset MoRA The Air Fund, yakni bidang sosial humaniora, ekonomi dan lingkungan, serta kebijakan agama dan keagamaan.
Setiap bidang disiapkan nilai anggaran maksimal Rp500 juta. Selain itu, terdapat bidang sains dan teknologi dengan anggaran maksimal Rp2 miliar.
Sejak 2024, LPDP memberikan amanah dana sebesar Rp50 miliar per tahun kepada Kemenag sebagai anggaran bantuan riset. Dana ini dimanfaatkan untuk program Riset Indonesia BangkitMoRA The Air Fund, dan jumlah yang sama juga telah dialokasikan untuk tahun 2026.
Di hadapan jajaran pimpinan dan dosen UIN Kediri, Ruchman memaparkan berbagai kelemahan penelitian selama ini, di antaranya anggaran yang sangat terbatas serta infrastruktur penelitian yang masih lemah.
“SDM pengelola juga harus ditingkatkan, dibarengi dengan kecakapan penelitian dan kemampuan dalam pelaporannya,” katan Ruchman Basori saat Sosialisasi Program MoRA The Air Fund 2025 di UIN Syaikh Wasil Kediri, Kamis 9 Oktober 2025.
Aktivis mahasiswa 1998 ini menjelaskan persyaratan bagi periset program MoRA The Air Fund, yaitu:
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Berasal dari PTK atau Fakultas Agama Islam pada PTU di bawah binaan Kemenag
3. Memiliki rekam jejak akademik yang baik
4. Memiliki kualifikasi akademik Doktor (S3) dengan jenjang kepangkatan paling rendah Lektor
5. Memiliki Sinta Score Overall minimal 100
6. Diutamakan berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam dan/atau luar negeri yang masuk peringkat 500 dunia berdasarkan QS World University Rankings
7. Periset utama PTK atau FAI pada PTU maupun anggota hanya boleh mengusulkan satu proposal riset.
Sementara untuk periset dari dosen Ma’had Aly, persyaratannya meliputi:
1. WNI
2. Memiliki rekam jejak akademik baik
3. Memiliki kualifikasi akademik minimal Magister (S2)
4. Melampirkan Surat Keputusan Pengangkatan Dosen yang dikeluarkan oleh Mudir Ma’had Aly
5. Mendapatkan rekomendasi dari Mudir Ma’had Aly
6. Memiliki karya akademik sesuai takhassus keilmuan Ma’had Aly serta berbahasa Arab.
Rektor UIN Syaikh Wasil Kediri Prof Wahidul Anam berharap kegiatan sosialisasi ini dapat mendorong partisipasi seluruh sivitas akademika dalam program riset nasional tersebut.
“Sudah saatnya dosen UIN Kediri berlomba-lomba bersaing mendapatkan program MoRA The Air Fund agar riset yang dilakukan semakin berkualitas,” ujarnya.
Pendaftaran bantuan riset kolaboratif LPDP–KemenagMoRA The Air Fund akan dibuka mulai 13 Oktober 2025, dan proses pendaftaran melalui aplikasi dimulai pada 23 Oktober 2025.
Selain Kepala Puspenma, hadir pula memberikan materi Tim Kerja Kerja Sama Kelembagaan, Riset, dan Investasi Pendidikan Hendro Dwi Antoro, yang menyampaikan hal-hal teknis pendaftaran terutama melalui situs eRISPRO Kementerian Keuangan.
Hadir dalam acara sosialisasi tersebut Ketua Senat UIN Kediri Prof Nur Ahid, para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Jurusan, dan dosen.