Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid saat acara buka bersama di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (21/3/2025) malam. (Foto: Komdigi)
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam 5 bulan pertama masa kepemimpinannya langsung bergerak cepat untuk menata ruang digital Indonesia. Bersama jajarannya, Menkomdigi mengambil langkah-langkah strategis untuk menata ruang digital mulai pemblokiran enam juta judi online hingga peluncuran platform layanan publik.
Hal ini menjadi bukti komitmen Kementerian Komdigi dalam menjaga ekosistem digital yang aman, sehat, dan inklusif, sebagaimana pernyataan dalam siaran pers Komdigi.
Salah satu capaian penting yang berhasil diraih adalah pemblokiran 6 juta konten judi online yang melanggar hukum, sebagai bagian dari komitmen menciptakan ruang digital yang aman dan sehat bagi masyarakat Indonesia.
“Kalau dibilang puas, tentu belum ya. Pekerjaan rumah masih banyak, dan itu kami akui,” ujar Meutya Hafid kepada awak media dalam acara buka bersama di kawasan Jakarta Pusat, dikutip dari laman Komdigi, Minggu (23/3/2025) malam.
Meutya menyatakan bahwa dirinya bersama wakil menteri, dan seluruh jajaran Komdigi dalam lima bulan terakhir berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan berbagai tantangan di ruang digital, salah satunya terkait judi daring.
Komdigi, selain fokus pada pemberantasan konten judi online juga turut mengoptimalkan pengawasan terhadap konten negatif lainnya, seperti pornografi anak dan hoaks. Untuk itu, struktur pengawasan digital telah direformasi secara besar-besaran.
“Kementerian Komdigi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan bahaya konten negatif dan turut menjaga keamanan ruang digital,” kata Meutya.
Di bidang konektivitas nasional, Kementerian Komdigi telah mengeluarkan sejumlah kebijakan strategis, termasuk optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi untuk mendukung penerapan teknologi baru yang meningkatkan kualitas jaringan.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menikmati teknologi konektivitas terbaru yang mampu mendorong kemajuan berbagai sektor,” ujar Meutya.
Kementerian Komdigi menjelang momentum Mudik Lebaran 2025 juga meluncurkan kembali ‘Mudikpedia 2025’, sebuah platform informasi terpadu yang dirancang untuk mempermudah akses layanan terkait mudik.
Kemkomdigi juga bekerja sama dengan operator seluler untuk menjaga stabilitas jaringan selama periode mudik dan menurunkan tarif komunikasi hingga 50 persen. "Mudikpedia adalah wujud dukungan kami untuk memastikan perjalanan mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus menjaga mereka tetap terhubung selama perjalanan," ujar Meutya.
Dalam mendukung ekosistem media nasional, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas, Kementerian Komdigi terus mengawal upaya perlindungan hak penerbit atas konten yang mereka hasilkan.
“Pak Wamen sangat mengawal implementasi Publisher Rights, yang telah kami luncurkan bersama komite independen. Ini penting untuk melindungi ekosistem media di Indonesia,” ungkap Meutya.
Kementerian Komdigi juga memprioritaskan penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital. Rancangan peraturan ini telah selesai di tingkat kementerian dan kini sedang dalam tahap sinkronisasi dengan kementerian terkait lainnya. Sementara itu, kebijakan pembaruan Pusat Data Nasional (PDN) juga berada di tahap akhir penyelesaian.
“Ini baru sebagian dari langkah-langkah yang telah kami lakukan selama lima bulan terakhir. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus bekerja keras demi mewujudkan ruang digital yang inklusif, aman, dan berdaya saing tinggi,” kata Menkomdigi.