Platform pembelajaran MOOC PINTAR Kementerian Agama (Kemenag) RI tembus 500 ribu peserta pada semester I 2026 dan menghemat anggaran Rp2,9 triliun. (Foto: Kemenag).
CIPUTAT, (ERAKINI) – Transformasi digital yang dijalankan Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui platform pembelajaran MOOC PINTAR menunjukkan hasil yang luar biasa. Sepanjang semester pertama tahun 2026, platform tersebut berhasil melayani 511.746 peserta pelatihan dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus menghasilkan efisiensi anggaran yang diperkirakan mencapai Rp2,9 triliun.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mampu memperluas akses pembelajaran secara merata, tetapi juga menyederhanakan proses birokrasi, mengurangi penggunaan kertas melalui sistem paperless, serta meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pelatihan aparatur sipil negara (ASN).
Selama enam bulan pertama tahun ini, layanan pembelajaran melalui MOOC PINTAR diselenggarakan dalam tiga skema utama. Program Belajar Mandiri menjadi metode yang paling diminati dengan jumlah peserta mencapai 456.132 orang. Sementara itu, program Belajar Bersama diikuti 34.611 peserta, dan metode Belajar Terbimbing mencatat partisipasi sebanyak 21.003 peserta.
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan (Pusbangkom), Mastuki, menyambut positif tingginya antusiasme masyarakat dan ASN terhadap platform tersebut. “Kehadiran platform PINTAR telah menjadi bagian krusial dari upaya Kementerian Agama dalam memperluas akses pembelajaran dan pengembangan kompetensi ASN melalui pemanfaatan teknologi digital secara optimal," katanya.
Capaian setengah juta peserta ini, menurut dia, setara dengan penyelenggaraan 17.059 kelas tatap muka konvensional. “Keberhasilan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi anggaran, tetapi juga ramah lingkungan karena pendekatan yang dilakukan adalah sistem paperless,” tegas Mastuki. “Ini adalah kontribusi nyata Kemenag terhadap kelestarian lingkungan. Sekaligus implementasi nyata Ekoteologi," ujarnya.
Adapun kualitas hasil pelatihan yang diterima ASN juga membanggakan. Dari sisi dampak kompetensi, hasil evaluasi akhir menunjukkan angka kepuasan yang sangat tinggi. Sebanyak 99,57 persen peserta menyatakan merasakan manfaat langsung dari pelatihan. Selain itu, sebanyak 99,54 persen peserta juga meyakini hasil pembelajaran ini akan membawa dampak positif yang nyata bagi rekan kerja maupun kemajuan organisasi.
Pihaknya menegaskan pentingnya budaya belajar demi kemajuan instansi. "Kemajuan ini akan semakin bagus untuk organisasi. Semakin banyak ASN mengembangkan kompetensi diri akan semakin membuat organisasi semakin baik,” sebutnya. “Saya berharap PINTAR terus berkembang, menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta terus menginspirasi seluruh ASN untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," katanya.