Terus Bertambah, Korban Perang Hamas-Israel Capai 3000 Orang
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Militer Israel menggempur Jalur Gaza dengan serangan udara ganas untuk membalas serangan mematikan Hamas pada akhir pekan lalu. Korban tewas dari kedua belah pihak terus bertambah, seiring berlanjutnya perang yang kini memasuki hari kelima.
Serangan mendadak Hamas pada Sabtu (7/10/2023) lalu dengan melibatkan ratusan militan bersenjata menyerbu kota-kota di Israel selatan dan ribuan roket yang ditembakkan dari Gaza, telah menelan banyak korban jiwa.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Israel (IDF) Letnan Kolonel Jonathan Conricus dalam pesan video terbaru menyebut, jumlah korban tewas akibat serangan Hamas bertambah menjadi sedikitnya 1.200 orang. Dia menyebut bahwa 'mayoritas dari korban tewas' adalah warga sipil serta lebih dari 2.700 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Hamas.
Sementara itu, Pertahanan Sipil Palestina (PCD) mengatakan, tim mereka kewalahan untuk menyelamatkan orang-orang akibat banyaknya rumah yang hancur akibat pemboman oleh Israel. PCD menegaskan, banyak orang yang terjebak di bawah reruntuhan di sejumlah wilayah di Gaza akibat serangan udara intensif. Bahkan ada kemungkinan peningkatan jumlah korban tewas karena intervensi mendesak tidak dapat dilakukan terhadap puing-puing rumah yang hancur.
Sebelumnya, Sabtu akhir pekan lalu, kelompok Hamas Palestina meluncurkan Operasi Badai Al-Aqsa melawan Israel dengan menembakkan roket-roket dan menyusup ke Israel melalui darat, laut dan udara. Disebutkan serangan kejutan itu sebagai balasan atas penerobosan ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan meningkatnya kekerasan pemukim terhadap warga .

















