Pemerintah Khawatir Project S TikTok Ancam Jutaan UMKM Dalam Negeri
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki bicara soal ancaman Project S TikTok terhadap UMKM dalam negeri. Teten menegaskan bahwa ancaman Project S TikTok yaitu mudahnya produk asing masuk ke Indonesia sehingga produk UMKM lokal kalah saing.
Teten menuturkan, meski telah ada 21 juta UMKM yang terhubung ke ekosistem digital, namun, sebagian produk yang dijual merupakan produk impor. Teten menyadari produk UMKM dalam negeri daya saing di pasaran masih rendah. Karena kondisi tersebut, project S TikTok harus diwaspadai.
"TikTok menggabungkan media sosial dengan e-commerce sehingga bisa membaca dengan mudah kebiasaan pengguna dan merekomendasikan produk yang sesuai keinginan penggunanya," kata Teten, Rabu (12/7/2023).
Saat ini, dengan adanya e-comerse, ketika seseorang melakukan belanja di e-commerce, biasanya dipengaruhi oleh perdebatan perbincangan di dalam media sosial. Barulah dia membelinya di e-commerce.
"Nah kalau sekarang algoritmanya, ini canggih lah algoritmanya ini sudah bisa mengarahkan, dan tahu consumer behavior di market digital kita. Sehingga dia bisa memberikan informasi kepada produsen UMKM di China yang mau masuk ke Indonesia, sehingga ini suatu ancaman, karena itu ancaman bagi UMKM. Kita sudah perdagangan bebas, tapi saya kira setiap negara juga perlu melindungi UMKM, jangan sampai kalah bersaing," tuturnya.
Untuk diketahui, Project S TikTok merupakan proyek dari aplikasi video pendek asal China itu untuk memperluas penawaran ritel online mereka dengan produk mereka sendiri melalui TikTok Shop. Barang-barang yang diiklankan lewat 'Project S' merupakan barang yang dikirim dari China.
Barang-barang itu dijual oleh perusahaan yang terdaftar di Singapura. Nah, perusahaan penjualnya itu sebenarnya merupakan milik induk asal China, ByteDance.














