Ketua Umum NasDem Surya Paloh dalam kegiatan DPP Partai NasDem (Foto: Partai NasDem/Facebook)
JAKARTA, (ERAKINI)-Duet Anies Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk Pilpres 2024 yang diprakarsai Partai NasDem dan Partai Kebangkita Bangsa (PKB) sontak membuat kaget sejagat Indonesia. Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba Partai Demokrat ‘berkicau’ ke publik perihal pengkhianatan yang dilakukan Partai NasDem dan Anies Baswedan pada Kamis (31/8/2023) malam.
PKB merupakan penggagas Koalisi Kebangkitan untuk Indonesia Raya (KKIR) bersama Partai Gerindra yang akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI 2024-2029. Gabungan koalisi Prabowo semakin hari semakin kuat, seiring dengan bergabungnya Partai Golkar, PAN, PBB, Partai Gelora dan Partai Garuda.
PKB yang sejak awal menjajaki kerjasama bersama Gerindra terus menyodorkan Cak Imin ke Gerindra sebagai calon wakil presiden, mendampingi Prabowo Subianto.Namun, tampaknya hal ini sulit diwujudkan, sehingga PKB harus mengambil sikap dan mencari poros koalisi yang bisa menerima sang ketua umum sebagai calon wakil presiden. Partai NasDem yang sudah lama melirik Cak Imin, akhirnya memberanikan diri mengajak PKB koalisi dengan mengusung Anies-Cak Imin sebagai pasangan calon presiden/calon wakil presiden di Pilpres 2024.
Akhirnya, apa yang disampaikan Partai Demokrat benar adanya, deklarasi Anies Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar (AMIN) sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2024 benar-benar terjadi. Kegiatan ini berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/9/2023).
Berangkat dari cerita awal mula terbentuknya koalisi Partai NasDem-PKB tersebut di atas, tahukah Anda bahwa dibalik deklarasi Anies-Cak Imin, ada sejumlah tokoh yang berperan besar pada penentuan capres-cawapres tersebut. Dia adalah politisi senior sekaligus konglomerat Indonesia serta Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bercerita Bang Surya mendesaknya cepat menjawab apakah bersedia menjadi cawapres untuk capres Anies Baswedan atau tidak. Cak Imin dan partainya kemudian memberi jawaban relatif cepat dalam waktu tiga hari.
"Alhamdulillah (suatu hari) ketemu Bang Surya (Paloh). Lama tidak ketemu, kemudian bertemu dalam waktu singkat, (Surya Paloh mengatakan) Adinda, kita perlu bicara blak-blakan. Saya tahu Anda, Anda tahu saya," kata Cak Imin dalam deklarasi di Hotel Majapahit, Surabaya, Sabtu kemarin.
"Tetapi yang agak menyulitkan adalah saya diminta jawaban detik itu juga," kata Cak Imin.
Cak Imin dan jajaran PKB kemudian merumuskan jawaban dalam waktu tiga hari kemudian. Namun pada saat itu juga, Cak Imin sudah bersedia dan menjabat tangan Surya Paloh.
"Kalau begitu, ya sudah, salaman untuk Indonesia yang lebih baik," kata dia.
Siapakah Surya Paloh, bagaimana perjalanan hidupnya serta mengapa dia terjun ke dunia politik? erakini akan mengupasnya dalam profil Surya Paloh berikut ini:
Dr (H C) Drs H Surya Dharma Paloh lahir di Kutaraja, Banda Aceh pada 16 Juli tahun 1951. Surya Paloh lahir dari pasangan Daud Paloh dan Nursiah Paloh, ayahnya adalah seorang perwira polisi. Ayah Surya Paloh adalah putra terbaik Pidie, Aceh, yang menjadi seorang perwira di kepolisian. Sebagai anak perwira polisi, Surya Paloh hidup berpindah-pindah mengikuti perpindahan tugas ayahnya. Surya Paloh menamatkan pendidikan SD hingga kuliah di Sumatera Utara.
Karena kegigihannya menjadi seorang wirausahawan dan kepiawaiannya dalam berpolitik di Sumatera Utara, Bang Surya terpilih menjadi anggota MPR. Bang Surya akhirnya hijrah ke Jakarta bersamaan dengan ditetapkannya menjadi anggota MPR RI dua periode sejak 1977 hingga 1987. Justru di kota metropolitan ini, kemudian Surya Paloh terkenal sebagai seorang pengusaha muda Indonesia.
Saat ini Bang Surya dikenal sebagai salah seorang politikus andal sekaligus seorang pengusaha media massa. Bang Surya merupakan pimpinan Media Group yang meliputi Harian Media Indonesia, Lampung Post, dan Stasiun Televisi Metro TV.
Sebelum menjabat sebagai Ketua Umum Partai NasDem, Bang Surya, panggilan akrab Surya Paloh, adalah Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar periode 2004-2009. Setelah keluar dari Golkar, Surya Paloh mendirikan ormas bernama Nasional Demokrat yang kemudian menjadi partai politik NasDem.
Jauh sebelum dikenal sebagai seorang pimpinan Metro TV dan Ketua Umum Partai NasDem, sejak tahun 1973 bersama kakak iparnya Jusuf Gading, Bang Surya dipercaya sebagai Direktur Utama PT Ika Diesel Bros untuk menjalankan usaha distributor mobil Ford dan Volkswagen, di Medan. Lalu, pada tahun 1975 ditunjuk pula menjadi kuasa usaha direksi Hotel Ika Daroy, terletak di Banda Aceh, merangkap sebagai Direktur Link Up Coy, Singapura, yang bergerak di bidang perdagangan umum.
Tak hanya itu, sebelum menjadi konglomerat dengan berbagai usahanya, Surya Paloh sempat mendirikan surat kabar Harian Prioritas pada 2 Mei 1986. Koran yang dicetak berwarna ini, laku keras. Akrab dengan pembacanya yang begitu luas sampai ke daerah-daerah. Sayang, surat kabar harian itu tidak berumur panjang, keburu dicabut Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) nya oleh pemerintah. Isinya dianggap kurang sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik Indonesia.
Sementara itu, di bidang politik, selain berhasil menjadi anggota MPR RI dua periode dan bagian dari tokoh Golkar yang cukup berpengaruh di zaman orde baru, Bang Surya berhasil membangun koalisi bersama PDI Perjuangan dan menghantarkan Joko Widodo menjadi presiden RI dua periode (2014-2019 dan 2019-2024).
Namun, pada gelaran Pilpres 2024 ini, Bang Surya membentuk poros dan koalisi sendiri. Awalnya koalisi ini dibentuk bersama Partai Demokrat dan PKS dengan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden. Seiring dengan dinamika politik nasional, Bang Surya memutuskan membentuk kerjasama juga dengan PKB dan sepakat mengusung Anies Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon presiden dan calon wakil presiden RI 2024-2029. Atas sikap ini pula, Partai Demokrat memutuskan keluar dari koalisi, sementara PKS bertahan dengan keputusan awal, mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden.
Sedangkan mengenai PKB yang ditetapkan sebagai calon wakil presiden, PKS akan mendiskusikan lebih lanjut dengan Partai NasDem serta bagaimana PKS nanti di dalam koalisi ini.
Demikian perjalanan politik Bang Surya Paloh yang disarikan erakini dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.