PPIH Juga Beri Fasilitas kepada Jemaah Sakit di KKHI untuk Ziarah ke Masjid Nabawi
Akhmad Baihaqi Arsyad






Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga memfasilitasi jemaah haji yang belum pernah ke Masjid Nabawi untuk beribadah dan berziarah ke Raudhah. Hal ini memperlengkap layanan fasilitas kepada jemaah haji yang sejak awal kedatangan di Makkah dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan belum pernah ke Masjidil Haram untuk melihat dan berdoa di depan Ka’bah.
Hal itu disampaikan oleh Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag di Jakarta, Selasa (02/07/2024). “Membawa jemaah tersebut berziarah ke Raudhah merupakan ikhtiar petugas melayani para tamu Allah memperoleh kesempatan beribadah dan berdoa di tempat mustajab tersebut. Dan semoga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi jemaah yang sejak tiba di Tanah Suci belum berziarah atau beribadah di Masjid Nabawi,” kata Widi.
PPIH, menurut Widi, akan mengidentifikasi jemaah yang dirawat di KKHI dan menentukan apakah jemaah tersebut bisa atau tidak bisa dimobilisasi untuk ziarah ke Raudhah. Kepada jemaah, PPIH kembali mengingatkan agar tetap menjaga kesehatan tubuh selama di Kota Madinah dengan makan tepat waktu, minum obat teratur sesuai anjuran dokter, menjaga hidrasi tubuh dengan minum yang cukup.
“Mengimbau jemaah untuk mengindahkan ketentuan-ketentuan dan larangan yang berlaku dan ditentukan otoritas Saudi khususnya di area Masjid Nabawi,” ujarnya.
Hari ini, Selasa (2/7/2024) terdapat 18 kelompok terbang, dengan jumlah jemaah haji sebanyak 7.033 orang. Mereka telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air, dengan rincian sebagai berikut:
1. Debarkasi Lombok (LOP) sebanyak 390 jemaah/1 kloter,
2. Debarkasi Banjarmasin (BDJ) sebanyak 320 jemaah/1 kloter,
3. Debarkasi Batam (BTH) sebanyak 450 jemaah/1 kloter,
4. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 1.226 jemaah/3 kloter,
5. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 880 jemaah/2 kloter,
6. Debarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/1 kloter,
7. Debarkasi Padang (PDG) sebanyak 393 jemaah/1 kloter,
8. Debarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.080 jemaah/3 kloter,
9. Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.484 jemaah/4 kloter,
10. Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 450 jemaah/1 kloter.
Ia menyampaikan, jemaah haji Indonesia yang wafat berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 09.32 WIB berjumlah 348 orang. “Jemaah yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah untuk beribadah di Masjid Nabawi berjumlah 6.851 orang tergabung dalam 17 kloter,” pungkasnya.



