Teka-teki mobil dinas pejabat negara setingkat menteri dan eselon 1 dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akhirnya terjawab. Para pejabat negara akan menggunakan mobil dinas jenis Maung buatan PT Pindad. Foto: Dok PT Pindad
Hal ini dibocorkan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anggito Abimanyu saat acara Dies Natalis ke-15 & Lustrum III Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada 2024, Senin (28/10/2024).
"Minggu depan saya akan pakai mobilnya Maung itu, mobilnya Pindad, karena Pak Prabowo sudah bilang minggu depan tidak ada lagi barang impor untuk mobil eselon I sampai sama menteri," ujar Anggito Abimanyu dilihat secara virtual.
Anggito mengungkapan Presiden Prabowo melarang menteri dan pejabat eselon I menggunakan mobil mewah buatan luar negeri. Prabowo minta semua pejabat negara menggunakan mobil buatan anak bangsa yakni produksi PT Pindad. Hal ini sudah Prabowo contohkan yang kini menggunakan mobil dinas Pindad MV3 Garuda Limousine.
Diketahui, selama ini pejabat negara menggunakan mobil dinas buatan pabrikan Toyota. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), para menteri menggunakan Toyota Crown Royal Saloon. Sementara pada era Jokowi mulai tahun 2019, mobil dinasmenteri diganti dengan Toyota Crown 2.5 HV G-Executive. Beberapa pejabat juga ada yang memilih menggunakan Toyota Alphard.
Dalam PMK Nomor 172/PMK.06/2020 tentang Standar Barang dan Standar Kebutuhan Barang Milik Negara, memang sudah diatur mobil dinasmenteri atau setingkat menteri, diberikan pilihan tipe sedan, sport utility vehicles (SUV), atau multi purpose vehicles (MPV) dengan kelas maksimum kualifikasi A.
Kelas maksimum kualifikasi A adalah kendaraan dengan spesifikasi 3.500 cc dan mesin 6 silinder. Jenis dan spesifikasi mobil dinas untuk wakil menteri juga serupa dengan kendaraan milik menteri atau pejabat setingkat menteri.
Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid yang dipakai para Menteri era Jokowi merupakan generasi ke-15 Toyota Crown yang mulai dihadirkan pada tahun 2018 lalu. Selain mengusung teknologi ramah lingkungan, Toyota Crown menggunakan platform Toyota New Global Architecture (TNGA) yang mengusung 3 pilar. yakni Agility, Stability, dan Visibility.
Secara spesifikasi, sedan ini memiliki panjang 4.910 mm, lebar 1.550 mm, tinggi 1.455 mm, dan wheelbase 2.920 mm. Sementara Crown generasi ke-13 mempunyai panjang 4.870 mm, lebar 1.535 mm, tinggi 1.470 mm, dan wheelbase 2.850 mm.
Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid menggunakan dapur pacu yang berkode A25-FXS dengan kapasitas 2.487 cc 4 silinder Dynamic Force Engine menghasilkan power maksimum 184 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 221 Nm pada 3.800-5.400 rpm.
Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid dilengkapi perangkat safety lengkap. Seperti adanya SRS airbag pada driver and passenger seat, driver knee, driver and passenger side dan curtain shield pada kabin depan dan belakang, termasuk sasis TNGA yang diperkuat di beberapa sisi untuk meredam dampak tumbukan.
Fitur lainnya adalah Lane Departure Alert (LDA) yang akan memberikan peringatan dan membantu mengkoreksi kemudi jika mobil melebar hingga memotong jalur dari posisi seharusnya di jalan.
Harga mobil dinas yang digunakan menteri paa era sebelumnya memang cukup tinggi. Toyota Crown 2.5 HV G-Executive ini dibanderol seharga Rp1,5 miliar. Lantas bagaimana dengan harga mobil Maung Pindad? Sejauh ini memang belum diketahui jenis Maung yang akan digunakan oleh para pejabat negara.
Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengaku hingga kini belum mendapat pemesanan pengadaan mobil dinas bagi kementerian. "Kami masih menunggu tindak lanjut, karena pasti ada aturan atau tata cara pengadaannya dari masing-masing kementerian," ujar Abraham kepada wartawan.
Hanya, kata dia, saat ini PT Pindad sudah memproduksi beberapa jenis kendaraaan Maung, salah satunya jenis MV3. Khusus untuk jenis Maung MV3, sudah ada kontrak dengan Kementerian Pertahanan sebanyak 4.000 unit, dan sudah mulai pengiriman.
Mengutip dari website Pindad, Maung MV3 merupakan kendaraan taktis ringan 4x4 yang diinisiasi Prabowo saat menjabt Menteri Pertahanan. Kendaraan ini ditujukan untuk mendukung operasi dan mobilisasi pertempuran jarak dekat dengan kemampuan manuver yang gesit dalam segala medan.
Pindad Maung MV3 menggunakan mesin turbo diesel 2.200 cc sehingga mampu melaju pada kecepatan aman 100 km/jam dan memiliki jarak tempuh hingga 500 km. Maung MV3 mampu mengangkut 4 personel dan memiliki 5 pintu yang dapat diakses, yakni 4 pintu samping dan 1 pintu belakang.
Kendaraan ini tersedia dalam berbagai varian, yakni Maung MV3 Komando yang dilengkapi dengan atap Hard Top, Maung MV3 Jelajah yang dilengkapi dengan atap Soft Top, dan Maung MV3 Tangguh dengan atap terbuka.
Kustomisasi Maung antara lain varian Maung VIP untuk angkut personel VIP, Maung Mobile Jammer yang dilengkapi dengan perangkat anti-drone dan bersifat mobile, serta Maung Inspektur Upacara untuk kendaraan seremonial dan digunakan Presiden pada HUT ke-79 TNI.
Untuk harga, PT Pindad sejauh ini belum merilisnya. Namuan, melihat spesifikasi dan fitur yang dipakai, mobil Maung MV3 diprediksi berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp1,2 miliar. PT Pindad juga memproduksi Maung dengan versi sipil. Jenis kendaraan ini tentu tidak dilengkapi dengan sistem keamanan khusus. Harga jenis Maung ini lebih murah, yakni berkisar Rp600 juta sampai dengan Rp700 jutaan.