Fatayat NU Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pembunuhan terhadap Kadernya
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Fatayat NU Margareth Aliyatul Maimunah meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap kadernya yang ditemukan tak bernyawa di perkebunan jagung di Lampung Timur. Margareth menilai, kematian kadernya tersebut tidak wajar.
“Tentu ini adalah kondisi kematian yang tidak wajar. Kami berharap dengan serius polisi yang memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan, mengusut tuntas terhadap kasus ini. Kami berharap agar pelaku dihukum dengan hukuman yang setimpal sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” katanya saat dihubungi erakini, Selasa (23/7/2024).
Lebih lanjut, Margaret menyebut, kader Fatayat merasa kehilangan atas meninggalnya kader terbaiknya. Margaret juga merasa sedih dan miris sebab kadernya tersebut menjadi korban pembunuhan sadis.
“Atas berita dan kasus ini tentu kami semua kader Fatayat dimanapun berada khususnya dan perempuan umumnya merasa miris dan merasa sedih. Kami tentu juga merasakan duka cita mendalam atas kasus ini,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, kader Fatayat NU Lampung, Riyas Nuraini (30), warga Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur ditemukan tak bernyawa pada Kamis (18/7/2024). Jasad korban ditemukan warga di dalam karung di kawasan perladangan.
















