Puspen TNI dalam keterangannya menjelaskan, berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut terjadi pada Senin (30/3) saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
"Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, dimana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Selasa (31/3/2026).
Keduanya tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB Satgas Kontigen Garuda United Nations Interim Force in Lebanon (INIFIL). Berdasarkan penelusuran Erakini, Kapten Zulmi Aditya adalah personel TNI AD yang berasal dari Satuan Grup 2 Kopassus. Lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2015 menjabat sebagai Kompi Task Force-B.
Kapten Zulmi Aditya diketahui berdinas di Kodam XXII/Tambun Bungai, komando kewilayahan pertahanan militer baru yang diresmikan pada 10 Agustus 2025, mencakup Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Sedangkan Sertu Muhammad Nur Ichwan merupakan personel Kesdam IX Udayana. Sertu Muhammad Nur Ichwan diketahui berasal dari Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ia bergabung dengan TNI AD sejak 2019.
Selain keduanya, terdapat dua prajurit TNI lain atas nama Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, yang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
"Dua lainnya mengalami luka yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St George Beirut, Lebanon," kata Aulia.
Hingga saat ini, Aulia belum bisa menjelaskan secara rinci apa penyebab mobil yang dikendarai prajurit TNI meledak. Dia memastikan TNI akan menunggu hasil investigasi dari UNIFIL untuk mengungkap penyebab terjadinya ledakan.
"Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut, UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi. TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon," tegas Aulia.
Aulia memastikan, TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit dengan tetap meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL.