Program Srikandi Mandiri dan Tangguh yang dilaksanakan Vokasi dan DPIS UI di Rutan Kelas I Depok, Jawa Barat. Foto: Dok Vokasi UI
DEPOK, (ERAKINI) – Vokasi dan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) () terus berupaya membangkitkan melalui pelatihan keterampilan kreatif, khususnya bagi tahanan perempuan agar memiliki dan berdaya guna.
Kegiatan itu diwujudkan melalui Program Srikandi Mandiri dan Tangguh, sebuah inisiatif pemberdayaan yang ditujukan bagi narapidana perempuan di rumah tahanan (rutan).
Ketua Tim Pengabdi Masyarakat yang juga Dosen Tetap VokasiUI Prodi Produksi Media Dr Rahmi Setiawati mengungkapkan bahwa nilai edukatif dari kegiatan ini adalah membangun kreativitas dan semangat kewirausahaan.
"Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan praktis, penguatan mental, dan persiapan reintegrasi sosial-ekonomi warga binaan perempuan," ujar Rahmi dalam keterangannya, Senin (1/12/2025).
Rahmi menjelaskan, program ini bertujuan membekali warga binaan untuk mandiri dan tangguh serta membangun komunitas untuk meningkatkan perekonomian setelah bebas. Hal ini dilakukan melalui kombinasi pelatihan keterampilan berbasis pasar seperti menjahit, kerajinan tangan, rajutan dan produksi makanan ringan; serta workshop penguatan emosional; dan fasilitasi sertifikasi kompetensi.
Dengan menggunakan pendekatan sensitif gender dan trauma, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan wirausaha, serta ketahanan psikososial peserta.
"Program ini memiliki dampak langsung, yaitu peningkatan kompetensi keterampilan, dimana warga binaan memiliki keahlian praktis yang relevan dengan pasar kerja, seperti menjahit, merajut, souvenir dan makanan ringan," kata Rahmi.
Dari sisi penguatan mental dan emosional, lanjut Rahmi, peserta menunjukkan peningkatan dalam rasa percaya diri, kemandirian, dan kemampuan mengelola stres serta emosi.
Sedangan untuk sertifikasi dan portofolio produk, sebagian peserta mendapatkan sertifikat keterampilan dan menghasilkan karya nyata yang dapat dipamerkan atau dijual.
Menurut Rahmi, program ini dirancang melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, UMKM lokal, dan lembaga sertifikasi. Harapannya, Srikandi Mandiri mampu menjadi model pemberdayaan narapidana perempuan yang berkelanjutan dan berkontribusi nyata terhadap penurunan angka residivisme.
Program Srikandi Mandiri dan Tangguh ini, kata Rahmi, telah dilaksanakan di Rutan Kelas I Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini disambut antusias sebanyak 37 orang warga binaan perempuan.
Mereka diberikan pelatihan membuat tas dari bahan bekas plastik. Warga binaan juga diajarkan cara menyetrika plastik hingga menjahit bahan tersebut menjadi tas yang fungsional dan menarik. Warga binaan juga diberi pelatihan membuat kalung.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga pengalaman berharga dalam mengembangkan potensi diri secara kreatif dan positif.
Rahmi berharap kegiatan ini bisa berlanjut, baik bagi warga binaan Rutan Kelas I Depok, maupun warga binaan di rutan lainnya.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Rutan Kelas I Depok Risang Achmad Putra Perkasa menyambut baik kegiatan ini. Ia menyampaikan pentingnya pelatihan sebagai sarana pemberdayaan diri bagi para warga binaan.