Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan semua kepala daerah kader partai, untuk tidak ikut kegiatan retret di Akmil Magelang, menyusul penahanan Hasto Kristiyanto. Foto: X PDIP
Instruksi itu tertuang dalam surat Nomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang ditandatangani Megawati pada hari ini. Juru Bicara PDIP Guntur Romli membenarkan surat instruksi itu. "Betul (surat instruksi dari Megawati)," ujar Guntur Romli.
Dalam surat instruksi itu terdapat dua poin penting. Pertama, diinstruksikan kepada seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerahPDIP untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada 21-28 Februari 2025.
Megawati meminta para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP untuk menghentikan perjalanan ke Magelang jika sudah terlanjur menuju area retret.
"Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang, untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum," tulis surat instruksi Megawati itu.
Poin kedua, Megawati menginstrusikan para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP untuk selalu mengaktifkan alat komunikasi. Megawati meminta semua siaga terhadap panggilan partai.
"Tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call," katanya.
Sehari sebelum pelantikan, Megawati sudah memberikan pengarahan kepada 177 kepala daerah terpilih dari PDIP hasil Pilkada 2024, yang dilaksanakan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku, Megawati mengingatkan agar jangan sampai mengabaikan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kemarin ibu Megawati menyampaikan, gubernur yang juga representatif dari pemerintah pusat, jadi jangan mengabaikan arahan Presiden. Itu tugas utama," kata Rano Karno.
Namun, peta politik kini berubah menyusul penahanan Hasto. Diketahui, Hasto ditahan KPK terkait kasus suap dan perintangan penyidikan pergantian antar waktu (PAW) DPR RI periode 2019-2024. KPK menyebut telah memeriksa sebanyak 53 orang saksi sebelum menahan Hasto.
"Sampai dengan saat ini telah dilakukan permintaan keterangan sebanyak 53 orang saksi dan 6 orang ahli. Telah dilakukan juga kegiatan upaya paksa berupa penggeledahan di beberapa lokasi," ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam konferensi pers.
Menurut Setyo, Hasto merupakan sosok yang meminta Harun Masiku melarikan diri usai KPK melakukan OTT PAW DPR. Hasto meminta itu melalui penjaga rumah bernama Nur Hasan. Hasto juga merupakan sosok yang meminta Harun Masiku merendam ponselnya. "Atas perbuatan tersebut, menyebabkan Harun Masiku tidak dapat ditangkap dan melarikan diri," katanya.
Sementara itu, Hasto mengaku tidak pernah menyesal ditahan oleh KPK. Ia menegaskan, sebagai Sekjen PDIP menerima konsekuensi penahanannya dengan kepala tegak. Namun, ia berharappenahanan ini bisa menjadi momentum KPK dalam menegakkan hukum tanpa terkecuali.
"Indonesia dibangun dengan penuh pengorbanan jiwa dan raga. Kita adalah negeri pejuang, sehingga saya tidak pernah menyesal. Saya akan terus berjuang dengan api yang menyala-nyala," ujar Hasto kepada wartawan sebelum masuk mobil tahanan.