Pentingnya Aksi Kolektif Lintas Sektor Lindungi Perempuan dan Anak di Ruang Digital
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Risiko daring seperti pelecehan, eksploitasi, misinformasi, dan eksklusi semakin memengaruhi perempuan, anak, serta penyandang disabilitas.
Seiring platform digital menjadi bagian penting dalam pendidikan, komunikasi, dan kehidupan sehari-hari, upaya untuk menciptakan ruang digital yang aman, saling menghormati, dan inklusif semakin mendesak untuk diperhatikan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, sebuah Gelar Wicara digelar di Jakarta pada 10 Desember 2025, sebagai bagian dari kampanye global 16 Days of Activism Against Gender-Based Violence.
Kegiatan ini menghadirkan perwakilan pemerintah, organisasi masyarakat sipil, organisasi penyandang disabilitas (OPD), sekolah, peneliti, dan mitra pembangunan untuk berbagi pandangan tentang bagaimana ruang digital dapat lebih melindungi dan menginklusikan semua orang.
Acara ini menghadirkan dua sesi diskusi panel. Panel pertama dengan topik, “Dari Kebijakan ke Perlindungan,” membahas bagaimana kebijakan nasional dan daerah, regulasi digital, perencanaan responsif gender, dan standar layanan dapat memperkuat perlindungan bagi perempuan dan anak.
Kemudian panel kedua dengan topik “Dari Komunitas ke Praktik Sehari-hari,” menyoroti pengalaman nyata serta pendekatan menjanjikan dari organisasi masyarakat sipil, kelompok disabilitas, pemerintah daerah, dan sekolah. Selain itu, terdapat juga ekshibisi yang menampilkan berbagai inisiatif komunitas dan sekolah yang mempraktikkan perlindungan digital yang aksesibel dan inklusif.
















