Jumlah Penduduk Indonesia Tahun 2025 Capai 286 Juta, Pria Belum Nikah Tembus 131 Juta
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Data kependudukan memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan pemerintahan di Indonesia. Nomor Induk Kependudukan (NIK) kini menjadi identitas tunggal yang digunakan lintas sektor.
Data kependudukan kini menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Selain meningkatkan efisiensi birokrasi, integrasi data juga memperkuat upaya pemerintah menuju tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru–baru ini merilis data kependudukan Indonesia hingga Semester I 2025. Berdasarkan hasil pemutakhiran per 30 Juni 2025, jumlah penduduk Indonesia tercatat sebanyak 286.693.693 jiwa atau meningkat 1.752.156 jiwa dibandingkan Semester II 2024 berjumlah 284.973.643 jiwa.
Dari total penduduk tersebut, sebanyak 144.688.671 jiwa adalah laki-laki dan 142.005.022 jiwa perempuan. Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menyampaikan, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan populasi terbanyak, yakni 160.233.105 jiwa atau 55,89 persen dari total penduduk.
Disusul Pulau Sumatera dengan 62.585.233 jiwa (21,83 persen), Sulawesi 21.071.986 jiwa (7,35 persen), Kalimantan 17.717.670 jiwa (6,18 persen), Bali dan Nusa Tenggara 15.911.499 jiwa (5,55 persen), Papua 5.733.873 jiwa (2 persen), serta Maluku 3.354.316 jiwa (1,17 persen).
Empat daerah di Pulau Jawa tercatat paling dinamis dalam pergerakan penduduk. Kabupaten Bogor mengalami perpindahan penduduk sebanyak 409.309 jiwa dan pendatang 617.524 jiwa. Kemudian Kabupaten Bekasi mencatat 303.565 jiwa pindah dan 529.377 jiwa datang. Kota Jakarta Timur mencatat 431.164 jiwa pindah dan 362.388 jiwa datang, sedangkan Kabupaten Bandung mencatat 351.343 jiwa pindah dan 437.967 jiwa datang.
Berdasarkan status perkawinan, terdapat perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki mendominasi kategori status belum kawin yakni mencapai 130.990.917 jiwa, dibanding perempuan lebih banyak berada dalam status kawin yakni sebesar 136.737.034 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak pria yang belum menikah dibandingkan dengan wanita.
Dari sisi perceraian, cerai mati lebih banyak dialami pasangan menikah, yakni mencapai 13.581.796 jiwa dibanding dengan pasangan yang mengalami cerai hidup yakni sebanyak 5.383.946 jiwa. Data ini memberikan gambaran mengenai struktur demografis dan dinamika sosial di Indonesia, serta dapat mempengaruhi berbagai aspek dalam perencanaan dan kebijakan pembangunan.
Usia Produktif
Dari total jumlah penduduk sebanyak 286.693.693 jiwa per 30 Juni 2025, terdapat usia produktif 15-64 tahun sebesar 69,51 persen atau 199.284.782 jiwa jiwa. Disusul usia muda 0-14 tahun sebanyak 64.339.503 jiwa (22,44%) dan usia tua di atas 65 tahun sebanyak 23.069.408 jiwa (8,05%).
Dalam hal keragaman agama, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, dengan persentase mencapai 87,13 persen dari total populasi atau sejumlah 249.818.873 jiwa. Disusul Kristen dengan jumlah 7,36 persen atau sejumlah 21.123.790 jiwa.
Sementara Katolik terdata 3,07 persen dari penduduk atau 8.801.228 jiwa. Lalu, pemeluk Agama Hindu 1,66 persen atau 4.770.486 jiwa, dan Buddha 0,70 persen atau 2.002.402 jiwa. Kelompok minoritas lainnya termasuk penganut Kepercayaan dengan persentase 0,034 persen atau 98.894 jiwa dan Khonghucu sebanyak 78.020 jiwa atau 0,03 persen.
Dari sisi pendidikan, mayoritas penduduk Indonesia adalah tamatan Sekolah Dasar yakni sejumlah 63.716.244 jiwa. Jumlah penduduk tamat SMA/sederajat sebanyak 62.244.290 jiwa, tamat SMP/sederajat sejumlah 41.128.705 jiwa. Sementara yang belum tamat SD/sederajat berjumlah 30.205.225 jiwa.
Sedangkan penduduk Indonesia yang tamatan Diploma IV/Strata I berjumlah 13.884.436 jiwa; sebanyak 986.105 jiwa tamatan Strata II; dan 71.011 jiwa lainnya adalah tamatan Strata III. Selanjutnya sebanyak 3.704.310 jiwa adalah tamatan Akademi/Diploma III/Sarjana Muda; diikuti sebanyak 1.065.729 jiwa adalah tamatan Diploma I/II.
















