Pengunjuk rasa membawa poster saat menyampaikan aspirasinya di depan kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2024). (Foto: Antara/M Risyal Hidayat/wpa)
JAKARTA, (ERAKINI) – Polis mengerahkan 3.055 Personel untuk mengamankan demo soal Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan DPR/MPR RI, Rabu (20/3/2024).
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. Menurutnya, menurunkan 3.055 personel dalam rangka pengamanan terkait di depan RI dan / RI.
“Dalam rangka pengamanan aksi hari ini di KPU RI dan DPR RI, kami melibatkan 1.910 Personel di KPU RI dan 1.145 personel di DPR/MPR,” kata Susatyo di Jakarta, Rabu (20/3/2024).
Dikatakan oleh Susatyo bahwa rekayasa lalu lintas nantinya bersifat situasional tergantung kondisi di lapangan. Jika diperlukan, lanjutnya, akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas.
“Maka kami himbau untuk warga yang akan melintas di depan KPU RI dan juga DPR RI agar mencari jalan alternatif lainnya dikarenakan akan ada aksi penyampaian pendapat di depan gedung KPU RI dan DPR/MPR RI" ujarnya.
Susatyo juga menghimbau kepada peserta aksi unjuk rasa siang ini untuk memperhatikan hak-hak warga yang tengah beraktivitas di kawasan tersebut. Selain itu, ia juga menegaskan kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan untuk selalu bertindak persuasif, tidak terprovokasi, mengedepankan negosiasi, dan pelayanan yang bersifat humanis.
Sebelumnya, aksi saling dorong sempat terjadi antara polisi dan masa yang melakukan aksi di depan Gedung DPR/DPD/MPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (19/3/2024) malam sekitar pukul 20.47 WIB.
Aksi saling dorong tersebut bermula ketika polisi meminta massa segera meninggalkan lokasi demo. Massa aksi masih bersih kukuh bertahan di lokasi, lantaran menurut mereka masih ada dua atau tiga orang massa aksi yang ditahan polisi.
"Tahan, kawan-kawan tahan, satu komando. Kita sekarang sedang berjuang bagaimana kawan-kawan kita yang ditarik (polisi) bisa kembali," kata seorang orator dari atas mobil komando di tengah terjadinya aksi saling dorong antara polisi dan masa.
Saat itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro meminta massa aksi segera mundur dan meninggalkan lokasi, lantaran Jalan Gatot Subroto sudah mau digunakan oleh masyarakat umum.
"Kita menyampaikan aspirasi, bukan memaksakan aspirasi. Kita sudah kasih waktu dan sekarang sudah selesai, jalanan ini sudah mau dipakai oleh masyarakat lain," kata Susatyo dari atas mobil komando polisi.
Atas permintaan orator massa aksi, Susatyo sempat mengajaknya untuk bernegosiasi, namun ajakan tersebut tidak diindahkan oleh orator tersebut. Adu mulut antara kedua belah pihak pun tidak dapat dielakkan. Susatyo pun menginstruksikan pasukannya terus maju untuk memukul mundur massa.
Akhirnya, pada pukul 20.50 WIB, mobil komando utama massa aksi mulai mundur diikuti oleh massa.
Polisi terus mengarahkan massa untuk meninggalkan lokasi hingga ke jalan layang (flyover) Gerbang Pemuda. Sejumlah upaya dilakukan oleh polisi untuk memaksa massa mundur.
Bersama petugas Kepolisian lainnya,Wakapolda Metro Jaya Brigjen Polisi Suyudi Ario Seto juga ikut mendorong mundur massa dari lokasi aksi tersebut. "Matikan itu mic (microfon), matikan itu mic," kata Suyudi sambil menunjuk ke arah orator massa aksi yang terus berorasi meski telah dipukul mundur.
Pada pukul 21.30 WIB, lokasi aksi pun sudah kosong dari kerumunan massa. Sebelumnya, penolakan kecurangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 digaungkan dalam aksi tersebut. (ant)