Bawaslu Lakukan Pendalaman terkait Pencopotan Spanduk Ganjar di Kalteng
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja akan mendalami peristiwa pencopotan spanduk bakal calon presiden dari PDI-Perjuangan Ganjar Pranowo di Markas Kodim 1012/Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Menurut dia, saat ini tahapan Pemilu belum masuk ke agenda kampanye, spanduk yang disebar oleh pendukung masing-masing kandidat bagian dari sosialisasi. Namun, terkait sosialisasi tidak ada di dalam tahapan Pemilu, kecuali untuk internal partai.
“Lagi dicek sama teman-teman di Kalbar kalau tidak salah ya, tempatnya di mana lagi kita cek, dan itu apakah kita lihat prosesnya Kalimantan Tengah sekarang lagi proses,” ujar Bagja usai acara "Senandung Pemilu Damai" di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (18/7/2023) malam.
Bagja mengungkapkan, sosialisasi kepada masyarakat secara luas akan terus diawasi oleh Bawaslu RI. Hal ini sebagai upaya tidak terjadi hal-hal yang justru berdampak pada kekisruhan di tengah-tengah masyarakat.
Sebelumnya, pada Senin (17/7), Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menegaskan baliho bergambar bakal calon presiden Ganjar Pranowo yang dipasang di lahan Markas Kodim 1013/Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah tidak dicopot secara paksa.
Menurut Yudo, Dandim 1013/Muara Teweh Letkol Inf Edi Purwoko telah berkoordinasi dengan pemasang dan pemerintah daerah setempat sebelum mencopot baliho tersebut.
Yudo menekankan soal netralitas TNI dalam pemilu. Ia mengaku sebelumnya telah mengeluarkan sejumlah penekanan kepada prajurit.
Salah satunya, prajurit diperintahkan untuk tidak memberi fasilitas tempat atau sarana dan prasarana milik TNI kepada pasangan calon dan partai politik untuk digunakan sebagai sarana kampanye.















