Era Sepekan: Mahfud MD hingga Kemenag Tanggapi Kisruh Al-Zaytun
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Pengasuh Pesantren Al-Zaytun Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang dalam sepekan terakhir menjadi sorotan masyarakat luas karena pernyataannya yang kontroversi. Diantara ungkapan yang meresahkan umat Islam yaitu perkataan yang menyebut bahwa al-Qur’an adalah perkataan Nabi Muhammad SAW bukan kalamullah.
Selain itu, beberapa ajaran yang dinilai tidak sejalan dengan syariat Islam yaitu penggunaan salam yang mirip dengan umat Yahudi “Shalom Aleichem” serta tata cara shalat dan ibadah santri dan ustadz Al-Zaytun yang kemudian viral di media sosial.
Dalam sepekan ini, kisruh Al-Zaytun turut ditanggapi oleh para stakeholder, dimulai dari berita Gubernur Ridwan Kamil yang menyebut bahwa ada bantuan Kementerian Agama (Kemenag) untuk pesantren Al-Zaytun dengan jumlah miliaran rupiah, Rabu (21/6/2023).
Pernyataan ini langsung mendapat respons dari Kemenag pada Kamis (22/6/2023). Juru Bicara Kemenag RI Anna Hasbie dengan tegas menyatakan bahwa Kemenag belum pernah menyalurkan bantuan apapun kepada Pesantren Al-Zaytun.
Terbaru, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD ikut bersuara mengenai kisruh Al-Zaytun, Sabtu (24/6/2023) kemarin. Menurut Mahfud, ada dugaan tindak pidana di Al Zaytun secara nyata.
Berikut ulasan pemberitaan Al-Zaytun selama sepekan:
Gubernur Jawa Barat sebut ada bantuan Kemenag untuk Al-Zaytun
Ridwan Kamil mengungkapkan, ada aliran dana miliaran rupiah yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Agama untuk aktivitas pembelajaran di Ponpes Al Zaytun. Namun, Gubernur Jawa Barat ini tidak menyebut angkanya secara rinci.

















