Marsdya TNI Mohamad Tonny Harjono ditunjuk Presiden Jokowi sebagai KSAU menggantikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Foto: Ist/Kogabwilhan
JAKARTA, (ERAKINI) - Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohamad Tonny Harjono ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) menggantikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Dengan usia yang masih relatif muda, Marsdya Tonny Harjono dinilai berpeluang jabat Panglima TNI.
Pria yang sebelumnya menjabat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II ini merupakan jenderal kelahiran 4 Oktober 1971. Jika dilantik dan resmi menjabat KSAU, Tonny bakal menjadi kepala staf termuda di TNI, yakni usia 52 tahun. Lebih muda dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (54), dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali (57).
Ini juga artinya karier Tonny masih cukup panjang menjabat KSAU hingga pensiun di usia 58 tahun. Meski masih muda, pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai Tonny Harjono sosok yang tepat untuk memperkuat TNI AU.
"Berdasarkan pengalaman dan latar belakangnya, memang orang tepat untuk perkuat AU di bidang organisasi, teknologi dan kesiapan operasi," kata Fahmi dikutip dari Antara, Selasa (2/4/2024).
Menurut Fahmi, Tonny memiliki segudang pengalaman di bidang organisasi, pemeliharaan alutsista dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut sudah teruji lantaran dia sempat menjabat sebagai Danlanud Adi Soemarmo Jawa Tengah tahun 2016, dan Danlanud Halim Perdanakusuma Jakarta tahun 2018.
Tidak hanya itu, penerbang tempur lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1993 ini juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II. Hal ini dinilai Fahmi sebagai modal yang cukup untuk memperkuat lini teknologi dan strategi pertahanan TNI di udara.
Selain itu, Tonny juga memiliki rekam jejak karir di lingkungan Istana Kepresidenan. "Ini menunjukkan bahwa beliau punya chemistry yang baik dengan Presiden," katanya.
Fahmi melihat Tonny mempunyai satu keunggulan utama yang tidak dimiliki kepala staf yang lainnya, yakni usia tergolong muda.
Kata Fahmi, di jajaran AU Tonny tergolong yang paling muda mendapatkan pangkat bintang tiga. Hal ini membuat Tonny memiliki waktu yang panjang untuk melakukan pembenahan di jajaran AU.
Bahkan, Tonny berpeluang menduduki jabatan Panglima TNI di masa depan jika melihat dari lamanya sisa masa tugas. "Dia punya peluang cukup besar untuk bisa jadi panglima TNI di masa depan karena masa aktifnya baru akan berakhir pada Oktober 2029. Jadi ya proyeksinya bisa saja sampai ke panglima TNI juga," kata Fahmi.
Tonny merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1993. Sebelum menjabat Pangkogabwilhan II pernah menduduki beberapa posisi strategis di lingkungan TNI AU. Antara lain Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) pada 2023, dan Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AU (Dankodiklatau) pada 2022.
Kemudian menjabat Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) pada 11 November 2020–27 Juni 2022 atau selama periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi. Tonny pada periode pertama pemerintahan Jokowi yaitu tahun 2014 hingga 2016, bertugas sebagai ajudan Presiden.