Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso (Foto: Ist)
JAKARTA, (ERAKINI) - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menegaskan bahwa seluruh perwira tinggi (pati) Polri berpangkat jenderal bintang tiga memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Hal itu disampaikan Sugeng merespons beredarnya sejumlah nama calon pengganti Kapolri Jenderal .
“Semua perwira tinggi Polri yang beredar, D, R, dan S, ini kan jenderal bintang tiga. Semuanya punya hak yang sama, punya kans yang sama,” kata Sugeng kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Adapun dari sejumlah nama yang beredar, Sugeng menilai ada satu figur yang menarik perhatian, yakni Komjen Pol Rudy Heriyanto. Berbeda dengan calon lainnya yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol), Rudy adalah satu-satunya jenderal non Akpol yang disebut dalam bursa calon Kapolri.
“Yang menarik, ada satu nama yaitu Prof Dr Komjen Rudi Heriyanto, ini satu-satunya yang non Akpol,” ujarnya.
Meski bukan lulusan Akpol, Sugeng menekankan bahwa Rudy tetap memiliki hak dan peluang yang sama.
“Menurut saya bisa, kalau Polri mau menjadi institusi yang terbuka dan memberikan kesempatan yang sama, termasuk untuk Komjen Rudy Heriyanto,” kata dia.
Sugeng menilai Rudy Heriyanto memiliki rekam jejak yang mumpuni. Rudy pernah menjabat Kapolda, Kadivkum Polri, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda, hingga Kapolres. Ia juga tercatat sebagai lulusan terbaik Sekolah Perwira (SEPA) Polri tahun 1993.
“Dia setara dengan Rudi Darmoko yang merupakan lulusan Akpol 1993 dan meraih Adhi Makayasa. Jadi sama-sama menempati posisi strategis,” kata Sugeng.
Sugeng menegaskan, keputusan akhir terkait siapa yang akan menduduki jabatan Kapolri berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.
“Ini kembali kepada hak prerogatif Presiden. Pergantian Kapolri itu suatu keniscayaan, dan insan Polri harus menjaga keutuhan serta soliditas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada praktik tidak sehat dalam proses pergantian pimpinan Polri.
“Kalau mau ada kompetisi, lakukanlah secara sehat. Jangan menggunakan cara licik seperti kampanye hitam,” tegas Sugeng.
Menurut dia, jika Polri tidak solid, hal itu bisa dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak senang dengan institusi kepolisian.
“Walaupun terkait personel, yang diserang nanti tetap institusi Polri. Pesan saya, insan Polri dari segala tingkatan harus solid,” katanya.