Bingung Musim Kemarau kok Masih Saja Hujan? Begini Penjelasan BMKG
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI)- Masyarakat mungkin banyak bertanya-tanya, pada saat sudah memasuki puncak musim kemarau masih saja hujan turun. Bahkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Juli dan Agustus 2024. Namun demikian, diketahui hujan masih sering terjadi di banyak wilayah di Indonesia.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati membenarkan bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun demikian, kata dia, meski statusnya adalah musim kemarau namun bukan berarti akan tidak turun hujan sama sekali. Hanya saja, intensitas curah hujan di bawah 50 mm/dasarian.
"Betul sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Juli dan Agustus 2024 yaitu sebanyak 77,27%, dimana 63,95% durasi musim kemarau diprediksi terjadi selama 3 hingga 15 dasarian. Meski demikian bukan berarti dalam periode kemarau tidak ada hujan sama sekali, tetapi ada hujan meski kisaran di bawah 50 mm / dasariannya," ujar Dwikorita dalam keterangannya, dikutip, Jumat (5/7/2024).
Dwikorita menyebut, dalam sepekan ke depan masih terdapat potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh dinamika atmosfer skala regional - global yang cukup signifikan.
















