Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi ratusan perwira tinggi di tiga matra. Salah satu nama yang mendapat promosi jabatan adalah Brigjen TNI Wahyu Yudhayana. Foto: Dok Dispenad
JAKARTA, (ERAKINI) - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melakukan mutasi dan rotasi ratusan perwira tinggi di tiga matra. Salah satu nama yang mendapat promosi jabatan adalah Brigjen TNI Wahyu Yudhayana.
Promosi jabatan ini tertuang dalam Keputusan Nomor Kep/1334/IX/2025 tentang Penghentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, tertanggal 30 September 2025.
Sesuai SK terbaru Panglima TNI tersebut, Brigjen Wahyu Yudhayana, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), kini dipercaya menduduki jabatan baru sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) di Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).
Wahyu menggantikan Mayjen TNI Kosasih yang sejak 31 Juli 2025 menjabat Pangdam III/Siliwangi. Dengan jabatan baru ini, Wahyu otomatis naik pangkat menjadi Bintang 2 atau Mayjen. Adapun posisi Kadispenad kini ditempati Kolonel Inf Donny Pramono, yang sebelumnya menjabat Paban VI/Inteltek Sintelad.
Dirangkum Erakini Selasa (14/10/2025), Wahyu Yudhayana merupakan perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) 1998 dari kecabangan korps Infanteri (Raider). Sebelum menjabat Kadispenad, jenderal kelahiran Semarang, 28 Agustus 1976 ini dikenal sebagai sosok prajurit dengan rekam jejak penugasan yang luas, baik di dalam maupun luar negeri.
Wahyu banyak berpengalaman dalam tugas operasi. Sejak awal kariernya, ia sudah ditugaskan di wilayah konflik Aceh. Kemudian dipercaya memimpin beberapa satuan penting di jajaran TNI AD, seperti Dandim 0501/Jakarta Pusat dan Dandim 0503/Jakarta Barat.
Selain penugasan dalam negeri, Wahyu juga kerap dipercaya dalam misi internasional. Ia pernah bertugas di Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, Vietnam, Swiss, Darfur, dan India, serta menerima LPDP Awardee untuk pengembangan kapasitas militer. Penugasan ke luar negeri itu banyak ia dapat ketika berdinas sebagai Paspampres.
Saat berdinas di lingkungan Paspampres, Wahyu pernah menjabat Wakil Komandan Grup D dan Wakil Komandan Detasemen Pengamanan Pribadi Presiden (Wadandenpampri) pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Salah satu penugasan pentingnya adalah saat menjadi Chief Operation Sector West UNAMID dalam Kontingen Garuda XXV-A/UNAMID di Darfur, Sudan, yang berada langsung di bawah komando Markas Besar PBB di New York.
Dalam perjalanan kariernya, Wahyu dikenal sebagai pemimpin lapangan yang piawai. Ia beberapa kali membawa satuan yang dipimpinnya meraih penghargaan dalam Lomba Pembinaan Satuan TNI AD, antara lain saat menjabat Danyonif Mekanis 202/Tajimalela (2014), Dandim 0503/Jakarta Barat (2017), dan Dandim 0501/Jakarta Pusat (2018).
Sebagai Dandim Jakarta Pusat, Wahyu juga memimpin pengamanan berbagai kegiatan besar, seperti Pemilu 2019, pelantikan DPR/MPR/DPD dan Presiden–Wakil Presiden 2019, serta Asian Games 2018.
Tugas Sesmilpres
Dengan berbagai pengalaman di lapangan dan memimpin satuan, Wahyu kini bersiap mengembat tugas yang lebih strategis, yakni Sesmilpres.
Jabatan ini berada langsung di bawah Menteri Sekretaris Negara, dan secara fungsional juga berperan sebagai Sekretaris Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Sesmilpres merupakan unit di bawah Kementerian Sekretariat Negara yang bertugas memberikan dukungan teknis dan administrasi kepada Presiden, terutama dalam urusan pembinaan personel TNI–Polri, penganugerahan tanda jasa, serta koordinasi pengamanan Presiden, Wakil Presiden, dan tamu negara setingkat kepala pemerintahan.
Tugas-tugas lainnya, yaitu membina personel dan memberikan petunjuk teknis di bidang pengamanan kepada ajudan Presiden, ajudan Wapres, ajudan istri/suami Presiden, ajudan istri/suami Wapres, ajudan tamu negara asing, dokter pribadi Presiden, dokter pribadi Wapres, staf khusus Presiden, dan staf khusus Wapres.
Selanjutnya, membina anggota TNI dan Polri yang berdinas di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet, memberikan dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Sekretariat Militer Presiden, dan melaksanakan fungsi lain yang diberikan oleh Presiden dan Menteri Sekretaris Negara.