Terbukti Langgar Etik Temui Presiden Israel, Zainul Maarif Mundur dari Unusia
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Mahkamah Etik Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) telah menggelar sidang etik pada 17 Juli 2024 terhadap Zainul Maarif buntut menemui Presiden Israel. Sidang memutuskan bahwa Zainul Maarif terbukti melakukan pelanggaran etik dan menyatakan mundur sebagai pegawai Unusia.
"Pernyataan mundur ini disampaikan secara tertulis oleh Zainul Maarif pada tanggal 19 Juli 2024," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Unusia Dwi Putri dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (20/7/2024).
Ia mengatakan, dalam proses klarifikasi, Zain Maarif telah mengkonfirmasi beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Mahkamah Etik tentang seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan di Israel. Mulai dari pemberangkatan, selama di sana, sampai setelah pulang dari Israel.
Berdasarkan hasil klarifikasi, Mahkamah Etik Pegawai menyimpulkan tiga hal, yakni:
1. Aktivitas Zainul Maarif ke Israel merupakan undangan pribadi dan tidak memiliki sangkut paut sama sekali dengan Unusia, namun yang bersangkutan menggunakan atribut Unusia tanpa meminta dan mendapat persetujuan Pimpinan Unusia.
















