Ilustrasi - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), BMKG menyampaikan komitmennya untuk memberi informasi cuaca, iklim dan geofisika yang akurat dan tepat waktu khususnya di Sulawesi Selatan. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan kesiapan total dalam mendukung pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), khususnya di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi ekstrem yang diperkirakan mengiringi periode libur akhir tahun.
Menurut Nelly, BMKG berperan strategis dalam memastikan keselamatan publik melalui penyediaan informasi cuaca, iklim, dan geofisika yang akurat serta disampaikan tepat waktu. Fokus utama diarahkan pada pengamanan sektor transportasi darat, laut, dan udara, terutama di simpul-simpul vital seperti bandara, pelabuhan, dan jalur utama pergerakan masyarakat.
“BMKG siap mendukung penuh pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui penyediaan informasi cuaca, iklim, dan geofisika yang akurat dan tepat waktu. Fokus kami adalah memastikan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara, terutama di bandara, pelabuhan, dan jalur utama pergerakan masyarakat.” Kata Nelly dikutip dari laman resmi BMKG, Kamis (18/12/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Komisi V DPR RI yang meninjau langsung kesiapan Nataru di Sulawesi Selatan, termasuk kesiapan bandara, pelabuhan, dan terminal sebagai simpul utama pergerakan masyarakat .
Menurut BMKG, periode Nataru 2025/2026 berpotensi diwarnai cuaca ekstrem, terutama hujan dengan intensitas tinggi hingga sangat tinggi yang dapat memicu banjir dan mengganggu transportasi darat, laut, maupun udara. Karena itu, informasi cuaca menjadi faktor krusial dalam mencegah kecelakaan dan kejadian yang tidak diinginkan.
“Berdasarkan analisis BMKG, pada periode Nataru wilayah Sulawesi Selatan berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi yang dapat meningkatkan risiko banjir. Karena itu, kami terus memperkuat peringatan dini dan koordinasi lintas sektor agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal,” katanya.
Nelly menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan layanan prakiraan cuaca penerbangan, cuaca maritim, serta cuaca publik yang diperbarui secara berkala untuk mendukung keselamatan transportasi dan aktivitas masyarakat selama Nataru.
Adapun BMKG mencatat, pada Dasarian III Desember 2025 hingga Dasarian I Januari 2026, wilayah Sulawesi Selatan, khususnya bagian barat seperti Makassar, Maros, Gowa, Takalar, Pangkep, dan Barru, berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi yang disertai peningkatan risiko banjir .
Selain itu, BMKG juga memantau kondisi La Niña lemah yang diprediksi bertahan hingga awal 2026 dan berpotensi meningkatkan intensitas hujan di wilayah Sulawesi Selatan selama periode libur akhir tahun .
Kunker Reses Komisi V DPR RI ini turut dihadiri berbagai instansi terkait, antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Basarnas, AirNav, PT Angkasa Pura, PT Pelindo, dan operator transportasi lainnya. Masing-masing instansi memaparkan kesiapan operasionalnya dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Nataru .
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw menekankan bahwa informasi cuaca dari BMKG menjadi perhatian utama, mengingat meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada keselamatan publik dan kelancaran transportasi. “Informasi cuaca dari BMKG menjadi perhatian utama Komisi V DPR RI, mengingat cuaca ekstrem saat ini semakin sering terjadi dan berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat serta kelancaran transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Terakhir, ditegaskan oleh BMKG bahwa seluruh informasi cuaca dan peringatan dini disampaikan secara cepat dan masif melalui aplikasi InfoBMKG, website resmi BMKG, media sosial, serta koordinasi langsung dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi teknis terkait, guna memastikan kesiapsiagaan masyarakat dan pemangku kepentingan selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.