Ratusan ribu peserta Jalan Sehat Hari Santri 2023 tumpah ruah di jalan utama kantor gubernur Jawa Timur, Sabtu (21/10/2023) (Foto: Ahdori/Erakini)
SURABAYA, (ERAKINI)-Ratusan ribu masyarakat dari pulau Jawa tumpah ruah di Jl. Pahlawan No.110, Alun-alun Contong, Kec. Bubutan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (21/10/2023). Masyarakat yang terdiri dari berbagai kalangan tersebut datang ke lapangan alun-alun dalam rangka mengikuti kegiatan Jalan Sehat Hari Santri 2023. Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerja sama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama () dengan Kementerian Agama () RI.
Pantauan erakini, ratusan ribu masyarakat sudah memadati jalan depan kantor gubernur Jawa Timur sejak pukul 05.30 WIB. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan Jalan Sehat Hari Santri 2023.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Surabaya, Ery Cahyadi, juga nampak hadir pada kegiatan itu.
Sebelum melepas para peserta, Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau biasa disapa Gus Yahya, menyampaikan sambutan sekaligus memberikan semangat kepada peserta Jalan Sehat yang didominasi oleh santri dan nahdliyin tersebut.
Seorang peserta, Raini (37) mengaku sudah datang sejak pukul 05.20 pagi hari. Ia datang bersama anak laki-lakinya. Perempuan yang berprofesi sebagai guru itu merasa senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.
"Saya senang sekali bisa hadir di kegiatan ini. Tak disangka ramai sekali," katanya sambil tersenyum kecil.
Ia mengatakan, dirinya sudah mengetahui akan ada kegiatan Jalan Sehat Hari Santri 2023. Pemerintah Kota Surabaya juga memberikan intruksi agar para dewan guru di sekolah tempatnya mengajar untuk mengikuti dan meramaikan kegiatan tersebut.
"Jadi selain kani sudah mengetahui dari berbagai media sosial, kami juga dintruksikan untuk hadir dan meramaikan," kata pengajar di SMPN 14 Kota Surabaya itu.
Ia berharap, hari santri bisa menjadi momentum bersama untuk mengingat bagaimana dulu perjuangan alim ulama, santri dan masyarakat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan 1945 dari para penjajah Belanda.
"Mudah-mudahan di Hari Santri 2023 ini kita semakin sadar pentingnya menjaga kemerdekaan yang telah dipertahankan oleh banyak kelompok, salah satunya oleh kiai dan santri," tuturnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketum PBNU Gus Yahya mengatakan, peran santri dalam jihad fii sabilillah mempertahankan NKRI, menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945. "Mari kita berjihad. Sebab negara ini didirikan dengan jihad. Masa depannya juga harua diperjuangkan dengan jihad. Jihad santri, jayakan negeri," tegas Gus Yahya.
Negeri ini, kata Gus Yahya, tidak akan berjaya tanpa jihad dari warganya. Jihad yang dilandasi semangat kepahlawanan sebagaimana diteladankan para pahlawan demi tegaknya Indonesia.
Ditanya kenapa Hari Santri dipusatkan di Surabaya, Gus Yahya menjelaskan bahwa itu tidak lepas dari sejarah Resolusi Jihad yang digaungkan para ulama pada 22 Oktober 1945. Saat itu, mereka berkumpul di Surabaya dan meminta pemerintah memobilisasi warganya untuk jihad fii sabilillah, mempertahankan NKRI dari upaya sekutu untuk menjajah kembali.
"Surabaya menjadi pusat dari pertarungan mempertahankan NKRI. Peristiwa itu menjadi titik penting sebagai pondasi keberlangsungan proklamasi," jelas Gus Yahya.
Ia berharap, santri saat ini terus berjuang di jalan yang benar. Gus Yahya optimistis, santri bisa memberikan kontribusi nyata untuk agama, bangsa dan negara ini.