UIN Walisongo Semarang ditunjuk menjadi tuan rumah Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-23 yang akan berlangsung pada 1-4 Februari 2024. Foto: Dok UIN Walisongo
SEMARANG, (ERAKINI) - Annual International Conference on Islamic Studies atau AICIS ke-23 akan digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 1-4 Februari 2024. Kementerian Agama (Kemenag) menunjuk UIN Walisongo sebagai tuan rumah pertemuan akbar ratusan ilmuwan dari kalangan akademisi dari berbagai negara itu.
UIN Walisongo Semarang merupakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di bawah Kemenag. UIN Walisongo sudah berstatus akreditasi A berdasarkan SK BAN PT Nomor 49/BAN-PT/Akred/PT/III/2019 .
UIN Walisongo awalnya bernama Institut Agama Islam Negeri (IAIN). IAIN Walisongo resmi menjadi universitas pada 19 Desember 2014 bersamaan dengan dua UIN lainnya, yaitu UIN Raden Patah Palembang dan UIN Sumatera Utara. Peresmian nama UIN Walisongo dilakukan langsung Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.
UIN Walisongo secara resmi sudah berdiri sejak 6 April 1970 melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 30 dan Nomor 31 Tahun 1970. Kehadiran UIN Walisongo tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan masyarakat santri di Jawa Tengah akan adanya lembaga yang menjadi wadah pendidikan tinggi pascapesantren. Sebab Jawa Tengah merupakan daerah yang memiliki basis pesantren yang sangat besar.
Para pendiri memilih nama Walisongo sebagai simbol sekaligus spirit bagi dinamika sejarah perguruan tinggi agama Islam terbesar di Jawa Tengah itu. Dalam bentangan sejarahnya, UIN Walisongo juga terlibat dalam pergulatan meneruskan tradisi dan cita-cita Islam inklusif ala Walisongo.
Di sisi lain UIN Walisongo terus melakukan inovasi agar kehadirannya dapat secara signifikan berdaya guna bagi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dan secara nyata berkhidmah untuk membangun peradaban umat manusia.
Spirit inilah yang dikembangkan menuju UIN Walisongo sebagai center of excellence PTKIN di Indonesia. UIN Walisongo terkenal sebagai kampus yang mengembangan paradigma keilmuan Unity of Science, Wahdatul Ulum, atau Kesatuan Ilmu dengan metafora Intan Berlian Ilmu.
Pada awal berdirinya, UIN Walisongo hanya memiliki lima fakultas yang tersebar di berbagai kota di Jawa Tengah, yakni Fakultas Dakwah di Semarang, Fakultas Syari'ah di Bumiayu, Fakultas Syari'ah di Demak, Fakultas Ushuluddin di Kudus, dan Fakultas Tarbiyah di Salatiga.
Namun dalam perkembangan, UIN Walisongo saat ini sudah memiliki delapan fakultas. Kedelapan fakultas, itu, yakni:
1. Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dengan enam program studi masing Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Manajemen Dakwah, Pengembangan Masyarakat Islam, Manajemen Haji dan Umrah, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam (S2).
2. Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), dengan tujuh prodi masing-masing Hukum Keluarga Islam, Hukum Pidana Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Ilmu Falak, Ilmu Hukum, Ilmu Falak (S2), dan Hukum (S2).
3. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dengan 10 prodi masing-masing Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Pendidikan Profesi Guru Keagamaan (Profesi), Pendidikan Agama Islam (S2), Manajemen Pendidikan Islam (S2), dan Pendidikan Bahasa Arab (S2).
4. Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM), dengan enam prodi masing-masing Studi Agama-Agama, Akidah dan Filsafat Islam, Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Tasawuf dan Psikoterapi, Ilmu Seni dan Arsitektur Islam, serta Ilmu Al-Quran dan Tafsir (S2).
5. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan lima prodi masing-masing Ekonomi Islam, Akuntansi Syariah, Perbankan Syari'ah, Manajemen, dan Ekonomi Syariah (S2).
6. Fakultas Sains dan Teknologi (FST) dengan 10 prodi, yakni Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, Pendidikan Fisika, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Teknologi Informasi, serta Teknik Lingkungan.
7. Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK), dengan dua prodi, yakni Psikologi dan Gizi.
8. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan dua program studi, yakni Sosiologi dan Ilmu Politik.
UIN Walisongo juga memiliki Program Pascasarjana untuk prodi S2 Ilmu Agama Islam dan S3 Studi Islam. UIN Walisongo saat ini dipimpin Pelaksana Tugas Rektor Prof Dr H Nizar Ali.
UIN Walisongo telah melahirkan banyak alumni sukses, baik di birokrat, pejabat, dan politisi. Bahkan terdapat lulusan UIN Walisongo yang pernah menjabat menteri, seperti mantan Menteri Sosial Idrus Marham, dan mantan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.