Semeru Level Siaga, Gempa Getaran Banjir hingga Gempa Guguran Terekam Berulang
Akhmad Baihaqi Arsyad
LUMAJANG, JAWA TIMUR, (ERAKINI) – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan Gunung Semeru masuk dalam status siaga atau level 3. Atas hal itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. Kemudian, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Pengamatan kegempaan telah mencatat bahwa getaran banjir di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terekam seismograf sebanyak empat kali selama 5 sampai 6 jam pada Jumat (7/7/2023). Hal itu disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi di kawasan puncak gunung tersebut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Liswanto dalam laporan tertulisnya mencatat bahwa pada periode pengamatan Jumat (7/7/2023) pukul 00.00-24.00 WIB, menunjukkan empat kali gempa getaran banjir.
"Gempa getaran banjir itu memiliki amplitudo 28-40 mm dan lama gempa 20.700-21.600 atau sekitar 5-6 jam," katanya dalam laporan tertulis di Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, dikutip dari Antara, Sabtu (8/7/2023) dini hari.
Dalam waktu 24 jam, seismograf juga merekam 57 kali gempa letusan/erupsi terjadi dengan amplitudo 12-22 mm, dan lama gempa 45-155 detik. kemudian 9 kali guguran dengan amplitudo 4-13 mm dan lama 37-62 detik.















