Nafa Urbach, artis dan politisi yang kini resmi dinonaktifkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem dari keanggotaan Fraksi NasDem di DPR RI. (Foto: Instagram/nafaurbach).
JAKARTA, (ERAKINI)- Nama Nafa Urbach kembali menjadi sorotan publik, namun kali ini bukan karena kiprahnya di dunia hiburan, melainkan akibat pernyataannya yang dianggap kontroversial terkait tunjangan rumah bagi anggota DPR.
Imbas dari pernyataannya itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi menonaktifkan dirinya dari keanggotaan Fraksi NasDem di DPR RI. Keputusan pemberhentian sementara ini juga berlaku bagi rekannya, Ahmad Sahroni.
Menurut Sekjen Partai NasDem, Hermawi Taslim, keduanya dianggap telah mengucapkan pernyataan yang menyakiti hati rakyat dan tidak selaras dengan nilai-nilai perjuangan partai. “Dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat, ternyata ada pernyataan dari pada wakil rakyat, khususnya Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem yang telah menyinggung dan menciderai perasaan rakyat,” kata Hermawi Taslim.
Ia menegaskan, ucapan Nafa dan Sahroni dinilai menciderai rasa keadilan publik serta menyimpang dari garis perjuangan NasDem. Sorotan tajam terhadap Nafa Urbach bermula dari siaran langsungnya di TikTok, di mana ia memberikan klarifikasi mengenai tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp 50 juta.
Menurutnya, jumlah tersebut bukanlah bentuk kenaikan fasilitas, melainkan sebagai kompensasi atas dihapuskannya rumah jabatan. Namun, pernyataan itu dianggap tidak sensitif, terutama di tengah situasi ekonomi yang sulit. Banyak warganet mengkritik cara penyampaiannya yang dinilai tidak mencerminkan empati terhadap kondisi masyarakat luas.
Nafa Indria Urbach, lahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 15 Juni 1980, merupakan anak dari pasangan Ronald Walter Urbach — pria keturunan Jerman — dan Neneng Kusuma. Ia juga memiliki seorang adik laki-laki bernama Alam Urbach.
Bakat Nafa di dunia seni sudah terlihat sejak kecil. Pada usia 10 tahun, ia menjadi vokalis grup musik Kid Rock. Kemudian, ia dikenal luas sebagai penyanyi solo bergenre slow rock yang populer di era 90-an. Di dunia peran, Nafa pernah tampil dalam sinetron Deru Debu serta muncul di berbagai video klip ternama, seperti ‘Sephia’ (Sheila On 7) dan ‘Bidadari yang Terluka’ (Ita Purnamasari).
Langkah Nafa menuju dunia politik dimulai saat ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dalam Pemilu 2019, mewakili Dapil Jawa Tengah VI. Sayangnya, saat itu ia belum berhasil lolos ke Senayan setelah hanya meraih sekitar 21 ribu suara.
Namun di Pemilu 2024, ia kembali mencalonkan diri dari daerah pemilihan yang sama dan berhasil memperoleh 67.652 suara. Keberhasilan tersebut membawanya menjadi anggota Komisi IX DPR RI, yang membidangi isu-isu strategis seperti kesehatan, ketenagakerjaan, dan pengawasan BPJS serta BPOM.
Sebelum tersandung kontroversi, Nafa sempat menyita perhatian publik lewat janjinya untuk mendonasikan seluruh gaji dan tunjangan yang ia terima sebagai anggota dewan. Dalam unggahan Instagram pada 26 Agustus 2025, ia menyatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk membantu masyarakat di daerah pemilihannya, terutama para guru.
“Sebagai bentuk komitmen saya kepada rakyat, saya memilih untuk mengalokasikan gaji dan tunjangan saya kepada masyarakat di dapil saya, khususnya para guru yang telah berjuang mendidik generasi penerus bangsa,” tulis Nafa melalui akun Instagram resminya pada Selasa (26/8/2025).
Ia menyebutkan bahwa bantuan akan diprioritaskan bagi para guru di Dapil 6 Jawa Tengah, namun tetap membuka ruang untuk dialokasikan kepada warga lain yang membutuhkan. “Saya dan tim dapil butuh waktu supaya yang menerima benar-benar orang yang membutuhkan dan kesulitan,” katanya.