Pesantren Harus Jadi Pusat Kebijaksanaan Digital
Akhmad Baihaqi Arsyad
WONOSOBO, (ERAKINI) - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, mengajak para santri untuk menjadikan pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat kebijaksanaan digital (digital soul center) yang mampu menjaga ruh spiritual generasi muda di tengah derasnya arus teknologi.
Pesan itu disampaikan Wibowo saat menjadi pembicara dalam Seminar ‘Etika Digital Santri: Aman, Bijak, Dan Bermoral di Dunia Maya’ kerja sama Direktorat Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang yang digelar di Hotel Dafam, Jumat (7/11/2025). Seminar diikuti ratusan santri dari berbagai pesantren di Kabupaten Wonosobo.
Dalam paparannya yang komunikatif dan diselingi humor ringan, Wibowo mengajak para santri merenungkan kebiasaan mereka di dunia maya. Ia memulai dengan ice breaking sederhana yang mengundang tawa peserta.
“Siapa di sini yang buka HP lebih dari lima kali sebelum subuh? Nah, sekarang siapa yang buka notifikasi sebelum sholat,” ujarnya disambut gelak tawa santri.
Wibowo mengatakan, era digital bukan musuh spiritualitas, tetapi ujian baru bagi santri untuk menjaga keseimbangan antara teknologi dan spiritual.
Menurutnya, kompetensi spiritual di era digital bukan sekadar rajin beribadah, tetapi kemampuan menghadirkan nilai-nilai ilahiah dalam setiap aktivitas daring. “Kalau kita bisa menghadirkan niat yang benar, scrolling pun bisa berpahala,” tambah Anggota Komisi VIII ini.

















