Empat sosok kepercayaan Prabowo Subianto di balik kemajuan SMA Taruna Nusantara. Dari kiri ke kanan: Sugiono, Prasetyo Hadi, Priscilia Mantiri, dan Tono Suratman. Foto: Ist
MAGELANG, (ERAKINI) - SMA Taruna Nusantara Magelang memulai tonggak sejarah baru dengan mulai beroporasinya kampus Cimahi (Jawa Barat) dan Malang (Jawa Timur). Pesatnya kemajuan SMA Taruna Nusantara saat ini tak lepas dari sosok Presiden Prabowo Subianto yang sudah merancangnya sejak lima tahun lalu.
SMA Taruna Nusantara Terintegrasi kini resmi memulai aktivitas setelah kampus Cimahi dan Malang selesai dibangun. Hal ini ditandai dengan penempatan siswa Kelas X pada Minggu, 15 Desember 2024.
Momentum keberangkatan ratusan siswa Kelas X itu menuju Malang dan Cimahi dibagikan SMA Taruna Nusantara Magelang melalui akun media sosialnya.
SMA Taruna Nusantara dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari video tersebut, menyebutkan, SMA Taruna Nusantara Terintegrasi pada tahun ajaran 2024/2025 sebenarnya sudah menerima siswa baru. Pada Juli 2024 lalu total terdapat 803 siswa yang diterima untuk SMA Taruna Nusantara Terintegrasi, baik untuk kampus Magelang, Cimahi, dan Malang.
Selama lima bulan ini, ratusan siswa angkatan 35 itu dididik dan digembleng bersama-sama di kampus SMA Taruna Nusantara Magelang. "Hari ini, tanggal 15 Desember 2024, siswa Kelas X angkatan 35 yang akan menempati kampus Cimahi dan Malang, diberangkatkan menuju Cimahi dan Malang. Peristiwa ini tentu akan menjadi peristiwa bersejarah, khususnya bagi siswa SMA Taruna Nusantara," ujar keterangan dalam video tersebut, dikutip Senin (16/12/2024).
Pembangunan SMA Taruna Nusantara Terintegrasi kampus Cimahi dan Malang, merupakan inisiasi Prabowo Subianto saat menjadi Menteri Pertahanan (Menhan). Bahkan, Prabowo sudah sejak lima tahun lalu merancang pengembangan SMA Taruna Nusantara ketika ia menjabat Menhan tahun 2019.
Prabowo ingin SMA Taruna Nusantara tidak hanya ada di Magelang, tapi juga daerah-daerah lain, sehingga lulusannya semakin banyak lagi. Dengan semakin banyak lulusan, maka alumniSMA Taruna Nusantara juga diharapkan semakin intens dan masif memberikan kontribusinya bagi masyarakat, bangsa, negara, bahkan dunia.
Diketahui, bahwa selama ini sudah banyak alumniSMA Taruna Nusantara yang berkiprah di berbagai bidang profesi, baik di tanah air maupun luar negeri. Tahun 2024 ini merupakan momentum para alumniSMA Taruna Nusantara lebih banyak berkiprah setelah Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden.
Saat ini terdapat sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang merupakan alumniSMA Taruna Nusantara. Selain itu, beberapa alumniSMA Taruna Nusantara juga menduduki posisi strategis di TNI, Polri, BUMN, partai politik, dan instansi pemerintahan maupun swasta.
Untuk menjadikan SMA Taruna Nusantara sebagai lembaga pendidikan terdepan, Prabowo pada tahun 2019 lalu menunjuk orang-orang kepercayaannya menjadi pengurus Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN).
Prabowo menugaskan orang-orang kepercayaannya itu untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan SMA Taruna Nusantara secara signifikan. Hasilnya, dalam lima tahun baik sarana prasarana, mutu proses pendidikan dan pembelajaran, maupun mutu lulusan, meningkat secara signifikan.
Dalam Kabinet Merah Putih, Prabowo menunjuk Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri. Sebelum menjadi Menteri Luar Negeri, Sugiono sudah dilantik sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029.
Sugiono juga merupakan petinggi Partai Gerindra. Ia pernah menjabat Wakil Ketua Umum Bidang Kaderisasi dan Informasi Strategis DPP Partai Gerindra (2014-2020), anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra (2014-2020), Wakil Ketua Harian DPP Partai Gerindra (2020-2025) hingga menjadi Wakil Ketua Umum.
Pemuda Jawa kelahiran Takengon, Aceh, 11 Februari 1979 ini terbilang sosok pemuda cerdas yang ada di lingkaran terdekat Prabowo. Bahkan tak sedikit yang mengatakan bahwa Sugiono merupakan anak ideologis Prabowo.
2. Prasetyo Hadi
Di posisi Wakil Kepala LPTTN, Prabowo mempercayakannya kepada Prasetyo Hadi. Prasetyo Hadi yang lahir di Ngawi pada 28 Oktober 1979, juga merupakan salah satu orang kepercayaan Prabowo.
Prasetyo Hadi merupakan jebolan SMA Taruna Nusantara Magelang tahun 1998 (TN 6). Prasetyo Hadi memulai karier politiknya dengan bergabung ke Partai Gerindra. Sejak 2008, ia menjabat sebagai Ketua Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan DPP Partai Gerindra.
Perjalanan politiknya semakin mantap ketika dilantik sebagai anggota DPR pada 1 September 2020, menggantikan Harry Poernomo yang mengundurkan diri. Pada 21 Oktober 2024, Hadi mencatatkan sejarah dalam kariernya. Ia dipercaya Prabowo sebagai Menteri Sekretaris Negara dalam Kabinet Merah Putih.
3. Priscilia Mantiri
Di posisi Sekretaris LPTTN, Prabowo mempercayakan kepada Priscilia Mantiri atau dikenal dengan nama Priscilia Ester Waworuntu. Priscilia juga merupakan orang dekat Prabowo. Priscilia menyelesaikan pendidikan di SMA Taruna Nusantara tahun 1999 (TN 7).
Priscilia lahir di Manado, 5 Oktober 1982. Perempuan yang memiliki latar belakang entrepreneur ini merupakan istri dari Simon Aloysius Mantiri, alumniSMA Taruna Nusantara tahun 1998 (TN 6) yang kini menjabat Direktur Utama PT Pertamina (Persero).
Sama dengan suaminya Simon, Priscilia merupakan politikus Partai Gerindra yang saat ini menjabat Ketua DPP. Bahkan, Prissy adalah pemegang Pedang Garuda Yaksa yang menjadi simbol penghargaan tertinggi dari Partai Gerindra terhadap kadernya.
Selain politikus, Priscilia juga menjabat Sekretaris Jenderal Ikatan AlumniSMA Taruna Nusantara Magelang.
4. Mayjen TNI (Purn) Valentinus Suhartono Suratman
Sebagai garda terdepan, Prabowo mempercayakan Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Magelang kepada Mayjen TNI (Purn) Valentinus Suhartono Suratman alias Tono Suratman.
Tono Suratman merupakan lulusan Akabri tahun 1975 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Ia lama menghabiskan tugas militernya di Kopassus, sama dengan Prabowo.
Saat aktif di TNI, Tono Suratman pernah memegang jabatan Danrem-164 wilayah Timor-Timur 1998, Asisten Pengamanan KSAD, Pangdam VI/Tanjung Pura, dan terakhir Asop Panglima TNI.
Setelah pensiun, Tono Suratman memilih berkiprah mengurusi olahraga. Ia terpilih menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat selama dua periode, yakni 2011-2015 dan 2015-2019, sebelum akhirnya ditunjuk Prabowo menjadi Kepala SMA Taruna Nusantara pada 14 Desember 2019.