Ilustrasi - BMKG mengimbau masyarakat waspada hujan lebat di sejumlah wilayah selama libur Isra Mikraj dan Imlek. (Foto: Pixabay)
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorolgi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat waspadahujan lebat di sejumlah wilayah selama momen liburIsra Mikraj dan Imlek.
Sebagaimana dilansir dari laman resminya pada Minggu (26/1/2025) pagi, BMKG menginformasikan bahwa hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrim terjadi di sejumlah wilayah, termasuk hujan ekstrem yang tercatat di Paloh, Kalimantan Barat (184 mm), Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (166 mm) dan Tegal, Jawa Tengah (153 mm)).
Kondisi ini masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia khususnya Indonesia Bagian Selatan, yang dipicu oleh berbagai faktor yang mengakibatkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor. Sementara itu, pada periode liburIsra Mikraj dan Imlek, curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi, dengan peningkatan signifikan yang perlu diwaspadai.
Menurut BMKG, peningkatan potensi hujan ini dipengaruhi oleh kombinasi beberapa kondisi atmosfer yang aktif, seperti angin Monsun Asia yang membawa massa udara lembab yang tinggi, keberadaan fenomena La Niña lemah yang meningkatkan potensi curah hujan di daerah tropis, gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang saat ini aktif di wilayah Indonesia bagian barat, serta gelombang ekuator lainnya seperti Rossby dan Kelvin yang mendorong pembentukan awan konvektif.
Selain itu, tingginya awan konvektif terbentuk di wilayah Indonesia, terindikasi dari nilai prediksi OLR (Outgoing Longwave Radiation) yang negatif di sebagian besar wilayah yang diprediksi akan berkontribusi pada peningkatan intensitas hujan.
Selain itu, pola siklonik yang terdeteksi di wilayah Selat Karimata, Samudra Hindia Barat Daya Lampung, Laut Arafuru, Laut Halmahera, dan Samudra Hindia Selatan Jawa juga turut menyebabkan peningkatan potensi hujan di wilayah-wilayah tersebut. Pola siklonik ini memicu konvergensi angin dan memperkuat proses pembentukan awan hujan dari perairan, sehingga meningkatkan intensitas hujan di area sekitarnya.
Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana, dan terus memantau informasi terkini dari BMKG untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Berikut ini rincian prediksi cuacaBMKG pada hari ini, Minggu 26 Januari 2025!
Wilayah yang berpotensi hujan sedang-lebat:
Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua dan Papua Selatan.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat-sangat lebat:
Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
BMKG mengimbau agar masyarakat siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja. Selain itu juga selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web http://www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.