Kondisi rumah warga pascabanjir, pada Senin (20/1/2025) pukul 17.00 WIB. (BPBD Kabupaten Batang)
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang meliputi banjir, banjir bandang, angin kencang, tanah longsor, dan aktivitas vulkanik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. Menurutnya, wilayah yang terdampak tersebar di berbagai provinsi, dengan ribuan jiwa terpaksa mengungsi.
“BNPB terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, dan penanganan darurat terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi,” kata Abdul Muhari dikutip dari laman resmi BNPB, Kamis (23/1/2025).
Berikut rincian bencana di sejumlah provinsi di Indonesia!
Provinsi Kalimantan Selatan Banjir yang terjadi sejak (19/1/2025) menerjang Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Landak dan menyebabkan sebanyak 4.450 jiwa di Barito Kuala terdampak. Sementara 253 jiwa di Kota Banjarmasin juga terdampak.
Untuk banjir di Hulu Sungai Selatan, dilaporkan telah surut sepenuhnya pada (22/1/2025), namun di Kabupaten Landak sebanyak 6.600 jiwa masih terdampak, dengan beberapa wilayah melaporkan debit air yang belum stabil.
Provinsi Jawa Tengah Bencanabanjir dan tanah longsor yang terjadi sejak (20/1/2025) menyebabkan dampak signifikan. Di Kabupaten Kendal, lebih dari 3.000 jiwa terdampak, dengan 177 jiwa harus mengungsi. Banjir di Kabupaten Grobogan meluas hingga memengaruhi lebih dari 15.000 KK. Di Kabupaten Batang, banjir mengakibatkan 606 jiwa mengungsi. Selain itu, tanah longsor di Kabupaten Pekalongan yang terjadi pada (21/1/2025)menelan korban jiwa sebanyak 21 orang, dengan 58 jiwa lainnya harus meninggalkan tempat tinggal mereka.
Provinsi Lampung Banjir yang mulai terjadi sejak (18/1/2025) meluas ke wilayah Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Timur, dan Lampung Selatan. Kota Bandar Lampung menjadi salah satu wilayah terdampak terparah, dengan lebih dari 14.800 KK terdampak dan 2 korban meninggal dunia. Debit air di Kabupaten Pesawaran sempat meningkat pada (21/1/2025) meskipun sebagian wilayah lainnya mulai menunjukkan tanda-tanda surut.
Provinsi Nusa Tenggara Barat Banjir dan banjir bandang di wilayah Nusa Tenggara Barat sejak (20/1/2025) menerjang wilayah Kabupaten Dompu dan Bima. Sebanyak 50 KK terdampak di Dompu, sementara di Kabupaten Bima, lebih dari 5.700 jiwa terkena dampak banjir bandang. Meskipun air di beberapa lokasi telah surut pada (22/1/2025), masyarakat di daerah ini masih membutuhkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Provinsi Maluku Utara Aktivitas vulkanik di Gunung Ibu, Maluku Utara, terus meningkat sejak (16/1/2025), dengan ribuan jiwa terdampak akibat letusan. Hingga saat ini, sekitar 2.959 jiwa terdampak langsung, dengan 1.306 jiwa mengungsi untuk menghindari risiko lebih besar. Tim BNPB bersama. BPBD terus memantau perkembangan gunung tersebut dan mengoordinasikan evakuasi warga yang berada di zona bahaya.