Jelang Debat Kelima, INDEF Sorot Kemiskinan, Ketimpangan dan Pengangguran
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyebutkan isu pengentasan kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan (rasio gini) harus muncul dari para calon presiden dan calon wakil presiden dalam debat kelima Pilpres 2024, Minggu (4/2/2024).
“Tiga aspek utama yang harus muncul nanti terkait dengan ide-ide capres-cawapres dalam debat itu setidaknya tiga masalah ini, kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan," kata Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto dalam diskusi publik virtual dengan topik Mengurai Gagasan Capres Tentang Isu Kesejahteraan Sosial, Minggu (4/2/2024).
Menurut dia, publik ingin mendengar solusi-solusi apa dari para capres-cawapres nanti ketika menghadapi berbagai macam data soal kesejahteraan sosial dan ekonomi yang dirasakan belum banyak perubahan atau peningkatan dalam konteks sampai 2024.
Menurut dia, ketiga masalah tersebut yang merupakan isu-isu menyangkut kesejahteraan sosial penting dibahas karena memiliki dampak terhadap masyarakat.
Pertama, isu kemiskinan yang disebut paling berkaitan erat dengan kesejahteraan sosial. Per Maret 2023, tingkat kemiskinan di Indonesia sebesar 9,36 persen atau 25,90 juta orang.
Karena itu, diharapkan kepemimpinan nasional dari hasil Pilpres 2024 menghasilkan pemimpin yang bisa memberikan solusi atas persoalan kemiskinan.
“Muara dari kesejahteraan sosial atau problem dari sumber problem kemiskinan ya banyak gitu. Jadi, dari kemiskinan yang tidak terselesaikan itu kemudian muncul persoalan , kemudian muncul isu-isu kesejahteraan lainnya. Tapi, sebetulnya itu kalau dikerucutkan dalam satu kata kenapa (ada masalah-masalah dalam kesejahteraan sosial)? Karena miskin. Nah, ini yang perlu nanti dielaborasi oleh para paslon (pasangan calon),” kata Eko.


















