Ilustrasi - BMKG mengimbau sebanyak 21 wilayah waspada angin kencang dan 6 daerah siaga hujan sangat lebat pada periode 23-26 Februari 2026. (Foto: Akhmad Baihaqi Arsyad/Erakini).
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan terbaru untuk periode 23–26 Februari 2026 yang menunjukkan potensi peningkatan cuaca signifikan di berbagai daerah. Hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan hembusan , diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah dengan status peringatan dini tertentu.
BMKG menyampaikan, ancaman angin kencang berpeluang melanda 21 daerah, meliputi:
1. Sumatera Barat,
2. Lampung,
3. Banten,
4. DK Jakarta,
5. Jawa Barat,
6. Jawa Tengah,
7. Jawa Timur,
8. DI Yogyakarta,
9. Bali,
10. Nusa Tenggara Barat,
11. Nusa Tenggara Timur,
12. Kalimantan Tengah,
13. Kalimantan Selatan,
14. Gorontalo,
15. Sulawesi Tengah,
16. Sulawesi Selatan,
17. Sulawesi Tenggara,
18. Maluku Utara,
19. Maluku,
20. Papua Barat Daya,
21. Papua Barat.
BMKG juga menetapkan kategori Siaga untuk enam daerah berikut!
1. DI Yogyakarta
2. Jawa Timur
3. Bali
4. Nusa Tenggara Barat
5. Nusa Tenggara Timur
6. Papua Pegunungan
Secara umum, kondisi atmosfer di Indonesia masih didominasi hujan ringan hingga sedang. Meski demikian, terdapat peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat di 26 wilayah, yakni:
Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
BMKG menegaskan bahwa dinamika atmosfer dalam beberapa hari ke depan masih cukup aktif sehingga masyarakat dan pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Risiko yang perlu diantisipasi antara lain banjir, tanah longsor, genangan, pohon tumbang, serta gangguan transportasi darat, laut, dan udara.
Perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat juga perlu menjadi pertimbangan dalam merencanakan perjalanan maupun aktivitas luar ruang, termasuk kegiatan ibadah dan wisata. Informasi prakiraan dan peringatan dini akan diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan atmosfer terkini. Dengan pemantauan rutin dan langkah antisipasi yang tepat, masyarakat diharapkan tetap dapat beraktivitas secara aman dan lebih siap menghadapi potensi cuaca ekstrem.