Operasional Haji 2023 Selesai, 773 Wafat, 77 Dirawat dan 1 Hilang
Akhmad Baihaqi Arsyad
BANTEN, (ERAKINI) – Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M resmi ditutup, Sabtu (5/8/2023). Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melaporkan bahwa secara umum pelayanan ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik.
Menag Yaqut mengungkapkan, dari 209.782 yang tiba di Arab Saudi, sebanyak 208.952 telah kembali ke Tanah Air selama fase pemulangan pada 4 Juli-4 Agustus 2023.
Masih ada 77 jemaah masih dirawat di RS Arab Saudi, dan ada satu jemaah yang hilang saat puncak haji. “Saat ini masih saya perintahkan untuk terus dilakukan proses pencarian," ungkap Gus Men sapaan arabnya.
Khusus untuk jemaah yang sakit, kata Gus Men, Kemenag melalui Kantor Urusan Haji (KUH) terus melakukan pendampingan. "Bila nanti sudah sembuh, kami juga yang akan urus kepulangannya," tegas Menag.
Sementara untuk jemaah yang wafat hingga akhir masa operasional berjumlah 773 orang, dengan rincian 752 jemaah haji reguler, 18 jemaah haji khusus, dan tiga jemaah haji furoda.
“Dari 752 jemaah haji reguler yang wafat, sebanyak 562 orang di antaranya berusia 65 tahun ke atas. Sebanyak 81 orang berusia 60 – 64 tahun. Sedang 109 jemaah lainnya berusia di bawah 60 tahun. Jemaah wafat paling tua berusia 98 tahun (2 orang), sedang jemaah termuda yang wafat berusia 42 tahun (6 orang),” jelas Gus Men.
Selain itu Gus Men juga mengungkapkan, ada dua layanan yang pertama kali dilakukan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Pertama, fasilitasi safari wukuf lansia dan jemaah disabilitas. Total ada 129 jemaah yang mengikuti safari wukuf lansia dan jemaah disabilitas. Selain itu, ada 238 jemaah haji Indonesia yang sakit dan disafariwukufkan dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Kedua, penyediaan tambahan 5 liter air zamzam bagi jemaah haji Indonesia. "Air Zamzam tersebut sudah siap dan ada di Arab Saudi, hanya masih menunggu penyelesaian administrasi untuk proses pengirimannya. Nantinya jemaah dapat mengambil air Zamzam itu di Kanwil Provinsi atau Kantor Kabupaten/Kota," ujar Gus Men.















