Profil Ade Sumardi, Politisi PDIP yang Terancam Gagal Dampingi Airin di Pilgub Banten 2024
Abdul Rahman Ahdori






Pasangan Airin-Ade Sumardi yang didukung oleh Golkar dan PDIP ini harus menerima konsekuensi jika hingga 22 September 2024 mendatang, Ade Sumardi belum mengundurkan diri dari jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten 2024-2029.
“Ya tentu enggak boleh lah, jadi persyaratannya harus mundur dari anggota dewan," kata Komisioner Bawaslu Banten, Ajat Munajat, beberapa waktu yang lalu.
Dia mengatakan, Bawaslu sempat menerima salinan surat pengunduran diri yang diserahkan Ade Sumardi saat mendaftar ke KPU Banten pada 28 Agustus 2024, namun tak lama kemudian, Ade mencabut surat pengunduran diri tersebut tanpa alasan yang jelas.
“Lampirannya sudah ada di surat berkas yang disampaikan ke KPU, dan Bawaslu turut mengawasi proses ini,” tuturnya.
Ade Sumardi terus menjadi sorotan publik usai namanya mencuat sebagai calon wakil gubernur pada Pilgub Banten 2024 mendampingi keluarga Atut Chosiyah, Airin Rachmi Diany. Pasangan ini disebut-sebut sebagai kandidat potensial yang bisa memenangkan kontestasi Pilkada Banten 2024.
Seperti apakah sosok Ade Sumardi?
Dilansir dari berbagai sumber, Senin (16/9/2024), Ade Sumardi merupakan politisi yang lahir di Lebak, Banten pada 27 Juli 1972. Ade masuk ke dunia politik sejak 1999 dan menjabat sebagai Wakil Bupati Lebak selama dua periode berturut-turut, yakni 2014–2019 dan 2019–2024, mendampingi Bupati Iti Octavia Jayabaya.
Sebagai seorang kader PDIP, Ade Sumardi telah berkiprah di berbagai posisi strategis, baik di legislatif maupun eksekutif. Ia memulai karir politiknya dengan terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak pada Pemilu 1999. Karier politiknya semakin menanjak ketika ia menjadi Ketua DPRD Kabupaten Lebak pada 2009 hingga 2013.
Selain menjabat sebagai Wakil Bupati, Ade juga dipercaya memimpin Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Provinsi Banten sejak 2019 hingga kini. Sebagai Ketua DPD PDIP Banten, ia memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan partai di wilayah tersebut.
Di samping kesibukan politik, Ade juga aktif dalam organisasi sosial. Ia adalah Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cabang Lebak dan terus berkontribusi dalam membina generasi muda melalui Pramuka.
Ade Sumardi lahir dari keluarga yang aktif dalam dunia wirausaha dan politik. Ayahnya merupakan anggota Partai Nasional Indonesia (PNI) yang kemudian bergabung ke PDI. Selain berkarir di politik, Ade juga meneruskan usaha keluarganya.
Dengan pengalamannya yang luas di dunia politik dan kontribusinya untuk masyarakat Banten, Ade Sumardi dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lebak dan Banten pada umumnya.


