Presiden Prabowo saat menelepon para pemimpin ASEAN (Foto: Sekretariat Presiden)
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden RI Prabowo Subianto terus melakukan komunikasi dengan para pemimpin ASEAN untuk merespons kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait tarif impor yang dinilai terlalu besar.
Pada Sabtu (5/4/2025), Prabowo menelepon langsung Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Yang Mulia Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim, Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, dan Prancis Emmanuel Macron.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga sekaligus menyampaikan langsung ucapan selamat Idulfitri sebagai bentuk persahabatan dan solidaritas antarbangsa.
“PresidenPrabowo menyampaikan penghargaan atas ucapan dan doa yang diberikan, serta membalas dengan harapan agar Idulfitri menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kerja sama antar negara,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Minggu (6/4/2025).
Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Serkat (AS) Donald Trump memberlakukan tarif impor sebesar 32% terhadap barang asal Indonesia. Sebagai respons pemerintah Indonesia, Kemlu RI melalui akun media sosial resmi pada Jumat (4/4/2025) memberikan tanggapan dengan mengeluarkan 9 pernyataan, sebagai berikut:
1.Pemberlakuan Tarif Baru
Pada 2 April 2025, AS secara resmi mengenakan tarif resiprokal sebesar 32% terhadap produk impor dari Indonesia. Tarif ini berlaku mulai 9 April 2025.
2.Dampak terhadap Ekspor Indonesia
Kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap daya saing produk Indonesia di AS, terutama pada sektor elektronik, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, minyak sawit, karet, furnitur, serta hasil perikanan seperti udang.
3.Perhitungan Dampak Ekonomi
Pemerintah Indonesia tengah melakukan analisis dampak kebijakan tarif ini terhadap berbagai sektor industri dan perekonomian nasional secara keseluruhan.
4.Menjaga Stabilitas Ekonomi
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi, termasuk kestabilan nilai tukar rupiah dan likuiditas valuta asing guna mendukung pelaku usaha.
5.Koordinasi Lintas Kementerian
Sejak awal 2025, pemerintah telah menyusun berbagai strategi menghadapi kebijakan tarif AS, termasuk melakukan koordinasi lintas kementerian dan perwakilan Indonesia di AS.
6.Negosiasi dengan Pemerintah AS
Pemerintah Indonesia akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung terkait tarif tersebut.
7.Siapkan Langkah Strategis
Sebagai bagian dari negosiasi, Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah untuk merespons berbagai isu perdagangan yang disampaikan AS dalam laporan National Trade Estimate 2025.
8.Instruksi Presiden untuk Reformasi Regulasi PresidenPrabowo telah menginstruksikan kabinetnya untuk melakukan reformasi struktural dan penyederhanaan regulasi guna meningkatkan daya saing dan menarik investasi.
9.Koordinasi dengan Negara ASEAN
Indonesia telah berkomunikasi dengan Malaysia selaku Ketua ASEAN untuk menentukan langkah bersama, mengingat semua negara ASEAN turut terdampak kebijakan tarif AS.