Gempa Tektonik M6,4 di Pacitan, BMKG Pastikan Aman dari Tsunami
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Wilayah Pacitan, Jawa Timur, diguncang gempabumi tektonik pada Jumat (6/2/2026), pukul 01.06 WIB. Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,2.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, gempa yang berpusat di wilayah laut dengan kedalaman hiposenter sekitar 10 kilometer tersebut berdampak langsung akibat di Kabupaten Pacitan di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Getaran gempa dilaporkan terasa cukup kuat selama sekitar dua hingga tiga detik, sehingga memicu kepanikan warga yang tengah beristirahat. Berdasarkan laporan sementara, bencana ini mengakibatkan empat kepala keluarga terdampak, dengan tujuh orang mengalami luka-luka. Dari sisi kerusakan fisik, tercatat empat unit rumah mengalami dampak, terdiri atas tiga rumah di wilayah Bantul dan satu rumah di Kabupaten Pacitan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak telah melakukan pemantauan lapangan serta kaji cepat untuk memastikan kondisi terkini dan potensi risiko lanjutan. Peristiwa ini dipastikan tidak berpotensi memicu tsunami.
Sebelumnya, BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 8,98 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 58 kilometer.
Meninjau posisi pusat gempa dan kedalaman sumbernya, peristiwa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa terjadi akibat pergerakan naik (thrust fault), yang lazim terjadi di zona tumbukan lempeng di selatan Pulau Jawa.

















