Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama (Kemenag) RI, I Nengah Duija, saat acara media gathering di Lombok, NTB, Minggu (9/11/2025). (Foto: Akhmad Baihaqi Arsyad/Erakini).
LOMBOK, (ERAKINI) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu (Ditjen BimasHindu) Kementerian Agama (Kemenag) RI sudah menempuh sejumlah terobosan dan mencatat sejumlah capaian yang signifikan pada periode 2023-2025, salah satunya adalah lahirnya ratusan umum bercirikhas keagamaan serupa madrasah.
Di tiga tahun terakhir, selama dinakhodai oleh Dirjen Bimas HinduI Nengah Duija, saat ini sudah terbentuk ratusan sekolahHindu dengan rincian 110 Pratama Widyalaya (setingkat TK), 18 Madyama Widyalaya (setingkat SD), 10 Adi Widyalaya (setingkat SMP), dan 5 Utama Widyalaya (setingkat SMK). Semua ini telah disahkan berdasarkan PMA Nomor 2 Tahun 2024.
Dari jumlah tersebut, separuh lebih sudah terakreditasi. I Nengah Duija merinci, ada 6,8% atau 10 sekolah yang sudah terakreditasi A, kemudian 46,6% atau 68 sekolah yang sudah terakreditasi B, lalu 8,2% atau 12 sekolah terakreditasi C dan terakhir masih ada 38,4 % atau 56 sekolah.
Dirjen Duija mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan pada tahun 2027, akreditasi akan rampung total. “Target kita, kemarin kendalanya kan di masa masa peralihan karena di pasraman itu sudah akreditasi, tapi 2-3 tahun kemudian baru bisa terakreditasi, kemudian di tahun 2026 astungaka pasti bisa kita lakukan karena sudah ada peralihan dari asesmen yang di pasraman menuju asesmen di widyalaya. Ini ada 2 berbeda, mudah-mudahan target 2027 semuanya sudah bisa terakreditasi,” kata Duija saat acara media gathering di Lombok, NTB, Minggu (9/11/2025).
Selain Widyalaya, Ditjen BimasHindu juga telah menempuh peningkatan kualitas di pendidikan tinggi, di antaranya perubahan bentuk dan status kelembagaan yang menjadi bukti nyata penguatan pendidikan tinggi Hindu.
Duja merinci, Sekolah Tinggi Hindu Dharma (STHD) Klaten telah resmi beralih menjadi Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Jawa Dwipa, sementara Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja ditetapkan menjadi Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan. Selanjutnya, 2 institut lain yaitu IAHN Gde Pudja Mataram dan IAHN Tampung Penyang Palangkaraya saat ini tengah dibproses menuju Universitas Hindu Negeri.
Sebagai bentuk penguatan ekonomi dan ketahanan keluarga Hindu, Ditjen BimasHindu mendirikan 27 Rumah Bina Keluarga Sukinah (RBKS) yang tersebar diseluruh Indonesia. Program pemberdayaan ekonomi umat juga dijalankan melalui bantuan usaha ternak dan UMKM di delapan lokasi, mendorong kemandirian ekonomi berbasis dharma.
Selain itu, terbentuknya Badan Dharma Dana Nasional (BDDN) dan penguatan Lembaga Pengembangan Dharma Gita (LPDG) menjadi tonggak penting dalam mengelola dana punia dan melestarikan seni keagamaan Hindu di tingkat nasional.
Perjalanan Ditjen BimasHindu selama 3 tahun, kata dia, menjadi tonggak penting bagi pembangunan keagamaan Hindu di Indonesia. Melalui pendidikan, digitalisasi, pemberdayaan, dan pelestarian nilai-nilai dharma, Ditjen BimasHindu terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan berkeadilan bagi seluruh umat Hindu di tanah air.