Mayjen TNI Edwin Adrian didampingi dua putri kembarnya yang juga sedang kuliah di UI, saat sidang promosi Doktor yang digelar di Fakultas Ilmu Administrasi UI, pada 16 Oktober 2025. Foto: Dok UI
Uniknya, saat sidang promosi Doktor itu, Mayjen Edwin Adrian didampingi dua putri kembarnya yang juga sedang kuliah di UI, masing-masing Jurusan Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi.
Sidang promosi doktor ini dipimpin Prof Dr Teguh Kurniawan, M.Sc sebagai ketua penguji; Prof Dr Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si sebagai promotor; serta Prof Bernardus Yuliarto Nugroho, MSM, Ph.D sebagai ko-promotor.
Adapun tim penguji terdiri dari Laksamana TNI (Purn) Prof Dr Marsetio, M.M.; Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Yoedhi Swastanto, MBA; Marsma TNI (Purn) Prof Dr Ir Rudy Agus Gemilang Gultom, M.Sc; Dr Agung Firman Sampurna, M.Si; dan Dr Eko Sakapurnama, MBA.
Dalam sidang promosi Doktor yang digelar di Fakultas Ilmu Administrasi UI, pada 16 Oktober 2025, Edwin mempresentasikan disertasi berjudul “Desain Model Strategi Aliansi pada DEFEND ID dalam Menciptakan Keunggulan Kompetitif Industri Pertahanan Indonesia.” Penelitiannya membahas strategi aliansi untuk memperkuat posisi DEFEND ID sebagai holding industri pertahanan nasional yang berdaya saing global.
Dengan pendekatan mixed-method, Edwin menganalisis hasil wawancara, FGD, serta survei terhadap 171 responden dari BUMN pertahanan dan mitra industri. Ia menemukan bahwa kepercayaan antar-mitra, kesamaan visi, koordinasi efektif, transfer teknologi, dan dukungan pemerintah menjadi kunci keberhasilan aliansi strategis.
Ia merancang layered model berisi empat lapisan utama sebagai panduan peningkatan daya saing industri pertahanan nasional, yakni Fondasi Strategis, Aktivitas Organisasi, Mekanisme Aliansi, serta Hasil dan Dampak. Model ini menekankan pentingnya inovasi terbuka, riset bersama, dan tata kelola sinergis antar lembaga.
Edwin Adrian merekomendasikan penguatan tata kelola DEFEND ID melalui SOP terpadu, pelatihan SDM bersertifikasi, kolaborasi riset dengan BRIN, serta kerja sama regional di Asia Tenggara untuk mempercepat alih teknologi.
Sebelum menjabat Danpaspampres, jenderal bintang dua ini dipercaya memimpin Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dan Kepala Biro Humas (Karo Humas) Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan RI) di era Prabowo Subianto menjabat Menhan.
Dirangkum Erakini, Minggu (19/10/2025), Edwin Adrian merupakan lulusan Akmil 1997 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Edwin Adrian dikenal sebagai perwira yang cerdas. Hal ini terbukti melalui berbagai prestasi yang diraihnya.
Pada 2020, Edwin Adrian terpilih sebagai salah satu dari tiga lulusan terbaik Pendidikan Reguler (Dikreg) Sesko TNI Angkatan XLVII Tahun Anggaran 2020 dan menerima penghargaan langsung dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Bakat kepemimpinan Edwin Adrian sudah terlihat sejak di Akmil. Ia pernah menjadi Komandan Batalyon Korps Taruna Akmil. Setelah lulus Akmil dengan pangkat Letnan Dua, Edwin Adrian bergabung dengan satuan elite TNI AD, Kopassus.
Awalnya, Edwin Adrian bergabung di Grup-4 Kopassus. Saat berpangkat kolonel, Edwin Adrian pernah dipercaya bertugas sebagai ajudan Wakil Presiden ke-12 Jusuf Kalla. Kini, pria kelahiran Jakarta 23 Oktober 1975 ini mendapat tugas yang lebih strategis, yakni sebagai perisai hidup Presiden Prabowo Subianto.