Sebelumnya, Korlantas Polri telah memberlakukan sistem contraflow di dua titik, yakni KM 109 hingga KM 162 Tol Cipali, yang dimulai pukul 08.00 WIB. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan yang terjadi pada jalur tersebut.
“Karena bangkitan (kenaikan) arus cukup tinggi, setelah dilakukan contraflow, terutama setelah pemberangkatan mudik gratis, kami berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk melakukan one way lokal,” ujar Kekorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho, di Command Center KM 29, Kamis (27/3/2025).
Korlantas Polri sudah melakukan clearance atau pembersihan jalur sebagai persiapan untuk penerapan one way lokal. Selanjutnya, parameter kendaraan masih akan diukur lebih lanjut untuk menentukan langkah-langkah berikutnya.
"Jika tarikan arus one way lokal masih kurang, namun parameter di KM 71 mencapai 6.300, maka kita akan lakukan langkah tambahan," jelas Kakorlantas.
Dalam persiapan penerapan one way lokal, kendaraan yang menuju Jakarta melalui Tol Trans Jawa akan dialihkan ke jalur arteri atau jalan nasional.
"Kami sudah melakukan sosialisasi serta koordinasi dengan pihak Jasa Marga. Kami akan pastikan agar tarikan arus dapat berjalan cepat, sehingga kepadatan dapat dihindari,” pungkas Agus.
Sesuai rencana awal, kebijakan ini harusnya diberlakukan mulai Kamis (27/3/2025) pukul 14.00 WIB hingga Minggu (30/3/2025) pukul 24.00 WIB. Penerapan sistem one way berlangsung mulai dari Km 70 Tol Jakarta-Cikampek hingga Km 414 Tol Semarang-Batang, tepatnya di Gerbang Tol Kalikangkung.
Namun, Irjen Agus Suryonugroho menyebutkan bahwa penerapan one way berdasarkan penghitungan traffic counting kendaraan selama arus mudik. Penerapan one way bukan sekadar prediksi belaka, namun harus terukur berdasarkan bangkitan arus kendaraan yang tinggi dalam periode satu jam berturut-turut.
“Tergantung trafficnya ya, karena WFA ini beberapa sudah ada yang mengalir ke Jawa. Jadi, yang ke Medan yang ke arah Sumatera melalui merak yang melalui Trans Jawa itu kurang lebih sudah hampir 30 persen,” tandasnya.